Ngaben Massal Desa Pakraman Buleleng, 6 Mayat Tanpa Identitas Ikut Diaben

Sebanyak enam mayat tanpa identitas serta tanpa keluarga diikutkan dalam program pengabenan massal yang diselenggarakan oleh Desa Pakraman Buleleng

Ngaben Massal Desa Pakraman Buleleng, 6 Mayat Tanpa Identitas Ikut Diaben
pixabay.com
Ilustrasi ngaben. 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Sebanyak enam mayat tanpa identitas serta tanpa keluarga diikutkan dalam program pengabenan massal yang diselenggarakan oleh Desa Pakraman Buleleng, Rabu (19/6/2019).

Mayat-mayat tidak jelas asal-usulanya itu sebelumnya dikubur oleh Dinas Sosial Buleleng di Setra Desa Pakraman Buleleng sejak tahun 2012.

Klian Desa Pakraman Buleleng, Nyoman Sutrisna ditemui Senin (17/6/2019) mengatakan, enam mayat yang disebut atma papa itu terdiri dari tiga pria dan tiga wanita. Rata-rata berusia dewasa.

Mereka berasal dari berbagai kasus, mati tanpa dikethaui siapa sanak keluarganya, ada pula yang ditemukan tewas di sekitar perairan Desa Penyabangan, Kecamatan Gerokgak pada 2011 silam.

"Atma papa ini titipan Dinas Sosial. Mayatnya dulu dipendem di Setra Desa Pakraman Buleleng. Kami mencoba membantu Dinas Sosial karena mereka tidak punya anggaran untuk ngaben. Mayat-mayat yang dikubur entah dari mana, atau agamanya apa, karena dikubur di setra ini, jadi kami lakukan pengabenan dengan istilah atma papa," jelasnya.

Selain enam atma papa, ada 130 sawa milik masyarakat di 12 banjar adat Desa Pakraman Buleleng yang juga mengikuti upacara ngaben massal ini.

Klian Desa Pakraman Buleleng, Nyoman Sutrisna
Klian Desa Pakraman Buleleng, Nyoman Sutrisna (Tribun Bali/Ratu Ayu)

Ada pula 171 peserta ikut ngerapuh, lima peserta ngelungah, dan 11 peserta nyekah.

Para peserta sebut Sutrisna, mendapatkan subsidi sebesar 50 persen dari dana Desa Adat Pakraman Buleleng.

"Ini ngaben massal kedua yang diselenggarakan oleh Desa Pakraman Buleleng. Program ini sudah disusun dan mengikuti pararem awig-awig," ujarnya.

Sebelumnya, mayat tanpa identitas berjenis kelamin perempuan dikubur oleh Dinas Sosial Buleleng pada akhir Desember 2017 lalu di Setra Desa Pakraman Buleleng.

Halaman
12
Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved