Periode April Impor Bali Capai US$ 20 Juta dolar, Didominasi Produk dari Hongkong dan Singapura

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali mencatat, nilai impor Provinsi Bali pada bulan April 2019 tercatat mencapai US$ 20.007.603.

Periode April Impor Bali Capai US$ 20 Juta dolar, Didominasi Produk dari Hongkong dan Singapura
Tribun Jateng/Wahyu Sulistiyawan
Ilustrasi 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali mencatat, nilai impor Provinsi Bali pada bulan April 2019 tercatat mencapai US$ 20.007.603.

Jika dibandingkan dengan periode Maret 2019 yang mencapai angka US$ 22.389.655, capaian impor April 2019 tercatat mengalami penurunan sebesar 10,64 persen.

Kepala BPS Provinsi Bali Adi Nugroho menjelaskan, secara umum penurunan impor bulan April 2019 berdasarkan negara asalnya didominasi oleh penurunan impor dari Hongkong yang mencapai US$ 1.208.367.

"Turunnya impor dari Hongkong ini khususnya disebabkan oleh turunnya impor komoditas lonceng, arloji dan bagiannya," kata Adi di Denpasar belum lama ini.

Selain Hongkong, kata dia, penurunan impor sebesar US$ 846.517 dari negara Singapura juga turut andil dalam penurunan impor di bulan April 2019.

Penyebab turunnya didominasi oleh penurunan impor produk bahan bakar mineral.

Impor dari Amerika Serikat juga turut mengalami penurunan sebesar US$ 551.349 yang didominasi oleh impor produk barang-barang dari kulit.

Dijelaskan, menurut negara asal impor utama, sebagian besar impor pada bulan April 2019 tercatat berasal dari Hongkong senilai US$ 5.471.272 (27,35 persen), Tiongkok sebesar US$ 4.616.532 (23,07 persen), dan Amerika Serikat di angka US$ 2.962.119 (14,80 persen),

Selain itu juga negara Singapura senilai US$ 1.791.657 (8,95 persen), Australia sebanyak US$ 852.628 (4,13 persen), Jerman di angka US$ 760.098 (3,80 persen), Perancis US$ 678.224 (3,39 persen), Belanda sebesar US$ 420.112 (2,10 persen), Thailand di besaran US$ 337.570 (1,69 persen), Inggris di nilai US$ 250.121 (1,25 persen), dan lainnya US$ 1.894.121 (9,47 persen).

"Dari sepuluh besar negara utama asal impor, tujuh negara asal impor mengalami penurunan dengan penurunan terdalam dicapai impor asal mengalami penurunan impor produk bahan bakar mineral," tuturnya.

"Berbeda dengan kondisi negara Singapura, impor dari Belanda menunjukkan peningkatan yang cukup tinggi mencapai ratusan persen, yang dominan disebabkan adanya peníngkatan impor produk mainan," imbuhnya.

Jenis komoditas utama yang diimpor pada bulan April 2019 antara lain produk minyak atsiri, kosmetik, dan wangi-wangian (13,47 persen), produk lonceng, arloji dan bagiannya (12,61persen), produk mesin dan perlengkapan mekanik (11,61 persen), produk mesin dan peralatan listrik (10,30 persen), produk barang-barang dari kulit (9,45 persen).

Juga terdapat produk perhiasan/permata (9,10 persen), produk plastik dan barang dari plastik (4,23 persen), produk perangkat optik (3,93 persen), produk mainan (2,55 persen), produk berbagai logam dasar (1,79 persen) dan produk lainnya (20,97 persen).

Kumulatif impor barang Provinsi Bali pada periode Januari hingga April 2019 tercatat mencapai US$ 80.318.663, atau mengalami peningkatan 58,06 persen dibandingkan dengan keadaan pada periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai US$ 50.814.345.

Menurut negara importir barang Provinsi Bali pada tahun 2019, sebagian besar dikirim dari negara Hongkong (25,23 persen), Amerika Serikat (18,64 persen), Tiongkok (16,69 persen), Singapura (9,09 persen). (*)

Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved