Bali United

Coach Teco Minta Disamakan Kualitas Rumput Stadion Dipta Gianyar dan Gelora Trisakti Legian

Coach Teco Minta Disamakan Kualitas Rumput Stadion Dipta Gianyar dan Gelora Trisakti Legian

Coach Teco Minta Disamakan Kualitas Rumput Stadion Dipta Gianyar dan Gelora Trisakti Legian
Tribun Bali/Rizal Fanany
Pelatih Bali United, Stefano Cugurra Teco. 

TRIBUN-BALI.COM- Setelah Bali United merumput di Bursa Saham (Bursa Efek Indonesia) Jakarta, Senin (17/6) pagi, manajemen berharap segera mendapat dana segar sesuai harapan penjualan 2 miliar saham atau 33, 3 persen saham kepemilikan PT BALI Bintang Sejahtera (Bali United).

Dana segar yang diharapkan Bali United yakni Rp 350 Miliar dari penjualan saham perdana atau initial public ofeering ini.

Perseroan dengan tiket (kode saham) BOLA ini meski baru di bursa saham dan sebagai klub pertama se Asean yang melantai di pasar saham, peminat saham tim milik Pieter Tanuri ini sangat tinggi sejak penawaran umum di Denpasar Bali, 11-13 Juni 2019.

Dari sana yang diharapkan itu, manajemen mengalokasikan sekitar 60,5 persen yang akan digunakan untuk modal kerja perseroan antara lain, untuk merekrut pemain dan/atau pelatih yang profesional, penyelenggaraan event serta operasional klub (rehab Stadion dll), megastore dan akademi sepakbola.

Pelatih Bali United Stefano Cugurra Teco menyambut baik hal itu.

Ia berharap manajemen segera memperbaiki fasilitas lapangan latihan.

Teco meminta rumput lapangan latihan di Gelora Trisakti Legian harus sama dengan Stadion Dipta Gianyar.

"Saya pikir dalam sistem sepakbola profesional, kita harus punya lapangan di stadion, dan di latihan harus sama.
Rumput di Stadion Dipta Gianyar dan di Trisakti harus sama," tegas Coach Teco.

Pelatih asal Brasil ini menjelaskan, saat pemain berlatih di rumput yang sama, pasti saat bermain di pertandingan nanti, pemain tidak punya alasan.

Karena setiap hari berlatih di kondisi rumput yang bagus dan sama.

"Pasti bukan Bali United saja, banyak klub di Indonesia harus berpikir seperti itu. Masih ada banyak klub di Indonesia yang menggelar latihan di stadion yang akan dipakai pertandingan. Pasti setiap hari pakai latihan di stadion tersebut berdampak pada kondisi lapangan jadi kurang bagus," jelas Coach Teco.

Eks pelatih Persija Jakarta ini, menekankan, hingga saat ini Bali United belum punya rumput latihan yang sama seperti Dipta.

"Harusnya kita jangan pikir saat ini. Jangan pikir tiga pertandingan awal saja (saat Bali United menang meski latihan di rumput berbeda di Gelora Trisakti Legian), tapi harus pikir 10 tahun mendatang," katanya.

Menurut dia Bali United harus profesional.

"Usia muda juga harus punya lapangan latihan sendiri tapi bukan lapangan yang bergabung dengan tim profesional. Jika seperti itu pasti bisa banyak pemain muda lahir," katanya. (*)

Penulis: Marianus Seran
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved