Fenomena 'Bulan Madu' Setelah Bertengkar Bukan Solusi, Ini yang Seharusnya Dilakukan

Anak Agung Seri Wahyuni menyarankan, agar menyelesaikan masalah yang dialami pasutri dilakukan dengan konselor dan bukan menyelesaikan masalah

Fenomena 'Bulan Madu' Setelah Bertengkar Bukan Solusi, Ini yang Seharusnya Dilakukan
intisari-online.com
Ilustrasi pertengkaran 

Fenomena 'Bulan Madu' Setelah Bertengkar Bukan Solusi, Ini yang Seharusnya Dilakukan

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Fenomena "bulan madu kedua" setelah mengalami pertengkaran, bukan solusi terbaik bagi pasangan suami istri (pasutri).

Dokter spesialis kejiwaan dan seorang psikiater Bali, dr Anak Agung Seri Wahyuni, Sp., Kj menjelaskan, yang dimaksud bulan madu kedua adalah, bertengkar dulu kemudian meminta maaf, lalu melakukan hubungan seks dan menganggap permasalahan selasai.

Anak Agung Seri Wahyuni menyarankan, agar menyelesaikan masalah yang dialami pasutri dilakukan dengan konselor dan bukan menyelesaikan masalah dengan cara memakai fenomena bulan madu.

Dikutip dari kompas.com, saat pasutri sedang bertengkar jangan memaksa bercinta bila tak ingin.

Kebanyakan pria ingin berhubungan seks setelah bertengkar karena mereka ingin merasa dekat.

Bila kamu tidak beminat, katakan terus terang. Ungkapkan, “terima kasih karena kamu ingin kita kembali erat, tapi aku sedang enggak mood saat ini. Mungkin besok.” Kemudian peluk ia erat. Sebaiknya jangan cuma menghindar tanpa mengatakan apa-apa karena ini akan menyakiti perasaannya. (*)

Penulis: Noviana Windri
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved