Terungkap, Pegawai Bank Mandiri Syariah Dihabisi Pasutri Gara-gara Uang Rp 200 Ribu

Terungkap, Pegawai Bank Mandiri Syariah Dihabisi Pasutri Gara-gara Uang Rp 200 Ribu

Terungkap, Pegawai Bank Mandiri Syariah Dihabisi Pasutri Gara-gara Uang Rp 200 Ribu
Istimewa
Terungkap, Pegawai Bank Mandiri Syariah Dihabisi Pasutri Gara-gara Uang Rp 200 Ribu 

TRIBUN-BALI.COM, TAPANULI UTARA - Pasangan suami istri DP dan NN mengaku membunuh Santi Devi Malau (26), pegawai Bank Syariah Mandiri Tapanuli Tengah, hanya karena uang Rp 200.000.

DP mengatakan, kamar indekos Santi dan kamar yang mereka sewa berdekatan.

DP mengetuk kamar Santi dan kemudian menyampaikan niatnya untuk meminjam uang Rp 200.000 untuk pergi ke Medan.

Namun, korban mengatakan hanya memiliki uang Rp 22.000 dan menawarkan untuk mengambil terlebih dulu di ATM.

"Saya curiga dia mau lari karena tidak mungkin seorang pegawai bank tidak punya uang Rp 200.000 di kantong,” ungkapnya saat konferensi pers di Mapolres Tapteng, Rabu (19/6/2019).

Kasat Reskrim Polres Tapanuli Tengah AKP Dodi Nainggolan bersama sejumlah anggotanya, usai menangkap dua terduga pelaku pembunuhan pegawai Bank Syariah Mandiri di Marelan, Kota Medan, Selasa (18/6/2019). Kedua pelaku berinisial DP dan NN yang merupakan pasangan suami istri. (DOK.POLRES TAPANULI TENGAH)

Saat korban hendak pergi, DP langsung mencekik leher korban.

Karena korban melawan dan menjerit, pelaku menyeret ke kamar mandi dan membenturkan kepalanya ke dinding kamar mandi dan kloset.

Karena korban masih meronta, akhirnya pelaku menjerat leher korban dengan tali nilon yang diambilnya dari jemuran dan semula dimaksudkan untuk mengikat istrinya.

“Saat itu korban belum meninggal walaupun sudah saya jerat lehernya.

Halaman
123
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved