10 Bencana Berpotensi Terjadi di Karangasem, Tiap Tahun BPBD Latih Satu Sekolah Sigap Mitigasi

BPBD Karangasem membentuk Sekolah Aman Bencana (SAB). Sekolah yang dilatih menjadi SAB kali ini yakni SMK Negeri 1 Amlapura

10 Bencana Berpotensi Terjadi di Karangasem, Tiap Tahun BPBD Latih Satu Sekolah Sigap Mitigasi
Istimewa
Petugas dari BPBD, PMI, dan lembaga lainnya memberikan pelatihan mitigasi bencana ke siswa dan guru di SMKN 1 Amlapura, Rabu (19/6/2019) kemarin. 

TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - BPBD Karangasem membentuk Sekolah Aman Bencana (SAB). Sekolah yang dilatih menjadi SAB kali ini yakni SMK Negeri 1 Amlapura.

Pelatihan SAB yang digelar di SMKN 1 Amlapura dilakukan 3 hari sejak Selasa (18/6/2019) hingga Kamis (20/6/2019).

Kepala Pelaksana BPBD Karangasem, Ida Bagus Ketut Arimbawa mengatakan, program ini dibuka sejak awal 2018.

Tujuannya untuk memberikan wawasan menajeman kebencanaan ke pelajar serta guru sebab risiko bencana di Karangasem terbesar di Bali.

"Sekolah yang sudah SAB baru dua. Yakni SMA Negeri 1 dan SMK Negeri 1 Amlapura. Setiap tahunnya kami hanya bentuk satu sekolah karena terbatasnya anggaran," ungkap Arimbawa, Rabu (19/6/2019).

Untuk ruang lingkup Bali, Karangasem berada di urutan pertama daerah paling tertinggi risiko bencana dan berada di urutan ke 93 risiko bencana nasional.

Sepuluh risiko bencana berpotensi terjadi di Karangasem karena geografisnya.

Seperti bencana erupsi gunung api, tsunami, gempa, tanah longsor, banjir, pohon tumbang, banjir bandang, angin topan, kekeringan, dan air pasang.

Malalui SAB siswa serta guru bisa memahami menajeman kebencanaan, penyelamatan saat ada bencana, mitigasi, serta pertolongan pertama saat siswa terkena dampak.

Siswa diharapkan membagi ilmu kebencanaan kepada warga di daerah rawan.

"Kegiatan di SMKN 1 Amlapura berjalan lancar. Hari pertama baru berhasil menyusun draf standar operasional prosedur, selanjutnya menyusun denah sekolah untuk pembuatan jalur evakuasi," jelas Arimbawa.

BPBD Karangasem juga membentuk desa tangguh bencana. Sampai tahun ini BPBD bentuk sembilan desa tangguh bencana, yakni Desa Purwakerti, Bebandem, Duda Timur, Besakih, Bunutan, Ulakan, Sangkan Gunung,  Sengkidu, dan Tumbu.

Desa ini dipilih sebagai desa tangguh beencana lantaran resiko kebencanaan cukup tinggi. Seperti Besakih rawan terjadi erupsi. Sangkan Gunung, Duda Timur, Bebandem rawan longsor. Sengkidu, Ulakan, dan Bunutan rawan terjadi bencana tsunami. (*)

Penulis: Saiful Rohim
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved