Begini Jadinya Jika Kolaborasi Musik Sanshin Jepang dan Gamelan Bali Berkolaborasi

Grup musik tradisional Sanshin Shitamchi, Okinawa, Tokyo-Jepang berkolaborasi dengan Sanggar Seni Kembang Waru Denpasar dalam PKB 2019

Begini Jadinya Jika Kolaborasi Musik Sanshin Jepang dan Gamelan Bali Berkolaborasi
Tribun Bali/Meika Pestaria
Penampilan musik tradisional Jepang sanshin berkolaborasi dengan Sanggar Seni Kembang Waru Denpasar pada kegiatan PKB tahun 2019, Kamis (20/6/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Bali/ Meika Pestaria Tumanggor

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Grup musik tradisional Sanshin Shitamchi, Okinawa, Tokyo-Jepang berkolaborasi dengan Sanggar Seni Kembang Waru Denpasar mempersembahkan belasan lagu dalam Pesta Kesenian Bali (PKB) XLI 2019, Kamis (16/6/2019).

Lagu-lagu yang dibawakan memiliki makna yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari.

Lagu Hamachidori, misalnya, mengisahkan tentang kerinduan akan kampung halaman ketika seseorang melakukan perjalanan panjang dan berada ditempat nun jauh.

Pada lagu ini, alat musik sanshin bersahut-sahutan dengan nada suling dan rebab.

Ada pula lagu Katanaika yang juga bercerita tentang kecintaan pada kampung halaman.

Selanjutnya lagu Agaroza yang merupakan curahan doa dan harapan agar anak-anak tumbuh dengan sehat dan dewasa. Nomor ini ditampilkan dengan kolaborasi musik sanshin dan gamelan rindik Bali.

Tidak hanya itu, lagu Asadoya Yunta  juga turut dibawakan dalam pementasan tersebut. Lagu ini bertema cinta yang sangat populer di kepulauan Okinawa Jepang.

Berikutnya, ada nomor Shindesa yang memiliki makna pentingnya kesenian dalam hidup. Diiringi musik sanshin dan gamelan semara pegulingan, para penonton yang mendengarkan tampak begitu menikmati. (*)

Penulis: Meika Pestaria Tumanggor
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved