Begini Kisah di Balik Kolaborasi Musik Sanshin Jepang dengan Gamelan Bali dalam PKB 2019

Sanggar Seni Kembang Waru Denpasar berkesempatan berkolaborasi dengan grup musik tradisional Sanshin Shitamchi, Okinawa, Tokyo-Jepang dalam PKB 2019

Begini Kisah di Balik Kolaborasi Musik Sanshin Jepang dengan Gamelan Bali dalam PKB 2019
Tribun Bali/Meika Pestaria
Penampilan musik tradisional Jepang sanshin berkolaborasi dengan Sanggar Seni Kembang Waru Denpasar pada kegiatan PKB tahun 2019, Kamis (20/6/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Bali / Meika Pestaria Tumanggor

Sempat Kesulitan Satukan Irama Musik Sanshin dan Gamalen, Penampilan Grup Musik Sanshin Jepang dan Sanggar Seni Kembang Waru Denpasar Pukau Pengunjung Pesta Kesenian Bali Tahun 2019

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR -  Sanggar Seni Kembang Waru Denpasar berkesempatan berkolaborasi dengan grup musik tradisional Sanshin Shitamchi, Okinawa, Tokyo-Jepang pada Pesta Kesenian Bali (PKB) XLI tahun 2019, Kamis (20/6/2019).

Ketua Sanggar Seni Kembang Waru Denpasar Ketut Raditha menceritakan persiapan pementasan telah dilakukan sejak bulan Februari.

"Bulan Februari saya menerima daftar lagu dan irama yang akan ditampilkan. Selanjutnya bulan Maret dan Mei pembina grup musik Sanshin datang ke Bali untuk menyamakan irama musik Sanshin dan Gamelan. Tanggal 18 Juni seluruh anggota grup musik Sanshin datang ke Bali dan bertemu dengan seluruh pemusik yang akan tampil," kata Ketut Raditha.

"Sebelum tampil hari ini kita cukup lama latihan barengnya, dari jam lima sore sampai sembilan malam," tambah Ketut.

Ketut Raditha sempat mengalami kesulitan dalam mensetting suara musik gamelan dan suara musik Sanshin karena terdapat perbedaan tempo musik antara alat musik gamelan dan Sanshin.

"Tempo musiknya berbeda. Kalau musik Bali cenderung stabil, kalau Jepang karena ada nyanyian jadi banyak improvisasi," kata Ketut Raditha.

Meski sempat mengalami kesulitan, namun Ketut Raditha bangga dapat menampilkan pementasan bersama grup musik asal Jepang.

"Senang ya, bangga bisa menggabungkan dua musik yang berbeda dan ditampilkan dalam PKB ini," kata Ketut Raditha.

"Dengan kolaborasi ini bisa menambah wawasan baru. Dan menambah menginspirasi sebagai komposer. Orang Bali kan kreatif, jadi bisa mengambil hal-hal yang positif dari musik daerah lain untuk bisa digabungkan dengan musik Bali," tambah Ketut Raditha.

Ketut Raditha berharap kolaborasi seperti ini dapat terus berlanjut untuk mempererat tali persahabatan antara Jepang dan Bali.

"Semoga bisa berlanjut ke depan. Selain untuk mempererat tali persahabatan antara Jepang dan Bali, ini penting juga untuk pariwisata Bali," tambah Ketut Raditha. (*)

Penulis: Meika Pestaria Tumanggor
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved