Cok Ace Sebut Tol Jakarta-Jawa Timur Turut Pengaruhi Turunnya Kunjungan Wisdom ke Bali, Mengapa?

Menurut Cok Ace, menurunnya kunjungan Wisdom ke Bali bisa juga akibat pembukaan jalan tol yang direct dari Jakarta sampai Jawa Timur

Cok Ace Sebut Tol Jakarta-Jawa Timur Turut Pengaruhi Turunnya Kunjungan Wisdom ke Bali, Mengapa?
Tribun Bali/Dwi Suputra
Infografis perkembangan kunjungan wisatawan domestik ke Bali tahun 2013-2019. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace) menyebut kunjungan wisatawan domestik (Wisdom) mengalami penurunan pasca libur Lebaran dan meskipun kini telah memasuki liburan sekolah.

Menurutnya, salah satu penyebab menurunnya kunjungan Wisdom ke Bali masih karena harga tiket pesawat yang mahal.

“Besar sekali, kita kalau lihat sekarang penurunan month on month (Mei 2018 ke Mei 2019) sekitar 12 persen,” kata Cok Ace saat ditemui di Kantor DPRD Bali, Rabu (19/6/2019).

Terhadap penurunan kunjungan wisatawan ke Bali, khususnya wisatawan domestik, pihaknya pun sempat memantau ke beberapa objek wisata yang biasanya ramai dikunjungi wisdom namun belakangan ini nampak sepi pengunjung.

Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace)
Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) (Dok Pemprov Bali)

Berdasarkan data yang dimiliki Wagub Cok Ace, penurunan Wisdom ke Bali sudah mencapai 20 sampai 30 persen.

Ia mengungkapkan, penurunan kunjungan wisatawan memang tidak 100 persen akibat kenaikan tarif pesawat. Namun bisa juga akibat pembukaan jalan tol yang direct dari Jakarta sampai Jawa Timur.

“Kita melihat fenomena dengan dibukanya tol Jakarta-Jawa Timur, kebanyakan wisdom menaiki kendaraan pribadi tetapi tidak berakhir di Bali. Mereka kebanyakan berakhir sampai di Malang,” ujar pria asal Ubud, Gianyar ini.

Dengan jalan yang cukup baik sampai di Malang, sehingga wisdom tidak meneruskan perjalanannya sampai di Bali.

“Dengan lewat darat (libur) selama seminggu, mereka kemudian berhenti sampai disana saja,” imbuhnya.

Cok Ace menambahkan, kedepan perlu dilakukan perbaikan infrastruktur Denpasar-Gilimanuk untuk menyambung Trans Jawa-Bali.

Di sisi lain dengan adanya penurunan kunjungan, semua pihak jadi terkena imbasnya, seperti hotel yang lebih terdampak adalah hotel bintang 3. Kemudian objek wisata, seperti Tanah Lot dan objek-objek favorit lainnya.

Sedangkan untuk kunjungan Wisatawan Mancanegara (Wisman), Cok Ace menyebut hanya turis dari Jerman dan Amerika Serikat yang mengalami kenaikan namun volumenya juga relatif kecil. 

“Lainnya relatif turun semua kalau dilihat month on month. Artinya pesaing-pesaing kita memang luar biasa terutama China. China mengalami penurunan luar biasa,” tandasnya.

Cok Ace mengaku sempat menanyakan alasan mengapa wisatawan China mengarah ke destinasi lain karena terkendala alat pembayaran negara Tirai Bambu itu, Wechat dan Alipay sehingga mereka mendesak agar Bali segera bisa membuka kembali sistem pembayaran itu.

Adapun target kunjungan wisatawan mancanegara kini sudah direvisi dari 8 juta menjadi 7 juta pada tahun 2019. Sementara kunjungan wisatawan domestik ditarget 9 juta.(*)

Penulis: Wema Satya Dinata
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved