Pesta Kesenian Bali

Dalang Cilik I Gede Raditya Maha Prananda jadi Duta Jembrana, Bawakan Kisah Pandawa di PKB XLI Bali

Wayang Kulit Parwa yang dibawakan Sang dalang, I Gede Raditya Maha Prananda menampilkan kisah Pandawa Asrama.

Dalang Cilik I Gede Raditya Maha Prananda jadi Duta Jembrana, Bawakan Kisah Pandawa di PKB XLI Bali
TRIBUN BALI/WEMA SATYADINATA
Wayang Kulit Parwa yang dibawakan Sang dalang, I Gede Raditya Maha Prananda menampilkan kisah Pandawa Asrama. “Pertunjukan wayang ini menceritakan kisah Pandawa dan Korawa yang sedang menuntut ilmu dengan gurunya Bhagawan Drona." 

Wayang Anak-Anak Duta Jembrana Angkat Cerita Pandawa di PKB XLI Bali

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pada perhelatan Pesta Kesenian Bali (PKB) XLI Bali, digelar lomba wayang kulit parwa tingkat anak-anak di Depan Gedung Kriya, Taman Budaya Provinsi Bali.

Duta Kabupaten Jembrana mengirimkan perwakilannya yakni dari Sanggar P.Luk.Jiner.

Koordinator Sanggar, I Putu Candra Wijaya mengatakan, cerita yang diangkat dalam pertunjukan bertema Mahabharata disesuaikan dengan Tema PKB tahun ini, yaitu Bayu Pramana, Memuliakan Sumber Daya Angin.

Wayang Kulit Parwa yang dibawakan Sang dalang, I Gede Raditya Maha Prananda menampilkan kisah Pandawa Asrama.

“Pertunjukan wayang ini menceritakan kisah Pandawa dan Korawa yang sedang menuntut ilmu dengan gurunya Bhagawan Drona,” kata Candra mengawali penjelasannya, Rabu (19/6/2019) malam.

Selanjutnya pada suatu ketika Drona mengadakan ujian kompetisi, yang diikuti Pandawa dan Korawa untuk membuktikan bahwa mereka layak menjadi ksatria yang tangguh dan hebat. Kompetisi itu antara lain memanah dan adu gada.

Tampak dalam kegelapan, hanya ada nyala cahaya di tempat Raditya memainkan wayang, serta musik yang mengalun berasal dari instrumen gender dengan tempo yang dinamis dan terkadang melambat, membuat area depan Gedung Kriya kian ramai dipenuhi penonton yang ingin menyaksikan.

Anggota tim juri, Ida Bagus Gde Mambal menjelaskan, beberapa hal yang dinilai dalam lomba tersebut yakni terkait petikesan, penitisala, hubungan pembabakan cerita.

“Kemudian seusia anak-anak agar dalam pengambilan judul sesuai sehingga dialognya tidak terlalu dewasa,” imbuh Gus Mambal.

Usia peserta berkisar 10 sampai 15 tahun atau anak-anak tingkat SD sampai SMP.

Mengenai tema cerita Wayang Parwa akan diberikan panitia kepada masing-masing peserta, yakni cerita tentang Mahabharata dan yang berhubungan dengan Bayu (angin).

Lomba diikuti oleh 8 peserta dari duta Kabupaten/Kota se Bali, kecuali Kabupaten Karangasem yang tidak mengirimkan wakilnya. (*)

 

Penulis: Wema Satya Dinata
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved