Desa Adat Kerobokan Gelar Upacara Yadnya Penyucian Wilayah

Terhitung mulai Rabu (19/6/2019) sampai Senin (9/9/2019) mendatang, Desa Adat Kerobokan, Kuta Utara, Badung menggelar upacara yadnya penyucian wilayah

Desa Adat Kerobokan Gelar Upacara Yadnya Penyucian Wilayah
Tribun Bali/Karsiani Putri
Pihak Desa Adat Kerobokan, Kuta Utara, Badung berfoto bersama pada Kamis (20/6/2019). Desa Adat Kerobokan Gelar Upacara Yadnya Penyucian Wilayah 

Desa Adat Kerobokan Gelar Upacara Yadnya Penyucian Wilayah

Laporan Wartawan Tribun Bali, Karsiani Putri

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Terhitung mulai Rabu (19/6/2019) sampai Senin (9/9/2019) mendatang, Desa Adat Kerobokan, Kuta Utara, Badung menggelar upacara yadnya penyucian wilayah.

Hal ini disampaikan oleh Menggala Karya, AA Ngurah Gde Sujaya pada Kamis (20/6/2019).

Rangkaian acara tersebut dimulai dari mamungkah, ngenteg linggih, ngusaba desa, ngusaba nini, tawur balik sumpah utama, pedudusan agung lan segara kertih rring Pura Desa dan Puseh.

Baca: Kamu Pernah Mengalami Mimpi Hamil? Ini Artinya

Baca: Demi Cinta Kepada Pelayan, Pria Ini Pesan Kopi Dengan 5 Sendok Gula, Berujung Diabetes

Dalam kesempatan tersebut, AA Ngurah Gde Sujaya menyebutkan bahwa kegiatan ini telah direncanakan sejak dulu, namun baru bisa dilaksanakan pada tahun 2019 ini.

"Tujuan dari penyelenggranaan ini adalah untuk menyucikan tempat, yang dulunya ketika pura ini dibongkar karena adanya perbaikan-perbaikan dan tentu bahan-bahan yang digunakan berasal dari barang-barang yang belum suci. Oleh karena itu dalam kesempatan ini setelah semua bangunan pelinggih selesai dibangun, maka akan dilaksanakan pemelaspasan sekaligus distanakan Ida Betara Desa lan Puseh," ujarnya.

Bendesa Adat Kerobokan, AA Putu Sutarja berharap nantinya semakin banyak masyarakat Desa Adat Kerobokan yang bisa ikut serta dalam kegiatan ini.

Baca: Posko PPDB 2019 di Denpasar Mulai Dibuka, yang Datang Kebanyakan Kesulitan Aktivasi

Baca: Truk dan Mobil Terlibat Lakalantas di Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk, 4 Korban Dilarikan ke Puskesmas

"Ini merupakan momentum yang sangat besar bagi krama Desa Adat Kerobokan untuk ikut serta ngayah atau ngaturang bakti ring betara khayangan tige, karena di sini ada satu Pura Desa dan Puseh serta delapan Pura Dalem. Dalam karya agung ini akan dipuput oleh 16 Sulinggih baik Siwe, Budhe maupun Bujangga," ungkap AA Putu Sutarja.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Ida Pedanda Gede Putra Bajing yang menyebutkan bahwa kegiatan upacara ini adalah suatu hal yang luar biasa, dan dirinya juga berterima kasih kepada seluruh krama adat di Desa Kerobokan yang terdiri dari 50an banjar ini karena telah mau ikut berpatisipasi. (*)

Penulis: Karsiani Putri
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved