Kontroversi Pendakian Gunung Rinjani yang Pisahkan Pria dan Wanita, Faktanya Justru Seperti Ini

Ada dua jalur pendakian yang dibuka. Pertama jalur Sembalun dan Senaru. Kuota masing-masing jalur sebanyak 150 orang per hari.

Kontroversi Pendakian Gunung Rinjani yang Pisahkan Pria dan Wanita, Faktanya Justru Seperti Ini
KOMPAS IMAGES/FIKRIA HIDAYAT
Danau Segara Anak dilihat dari puncak Gunung Rinjani di ketinggian 3.726 m. 

Kontroversi Pendakian Gunung Rinjani yang Pisahkan Pria dan Wanita, Faktanya Justru Seperti Ini

TRIBUN-BALI.COM, LOMBOK - Tidak ada pemisahan pendaki pria dan wanita di Taman Nasional Gunung Rinjani.

Pernyataan tegas itu disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Moh Faozal.

Lalu Moh Faozal memberikan pernyataan untuk meluruskan simpang siur tentang Taman Nasional Gunung Rinjani.

Dijelaskannya, hal tersebut tidak menjadi prioritas dalam program yang disiapkan untuk Rinjani.

“Fokus kita adalah perbaikan manajemen pendakian. Khususnya, pada sistem e-Tiketing. Selain itu, kita juga akan membenahi pengelolaan sampah dan perbaikan sarana prasarana jalur pendakian,” paparnya, Kamis (20/6/2019).

Ditambahkannya, para pendaki sudah bisa beraktivitas normal di gunung ini sejak 14 Juni.

Ada dua jalur pendakian yang dibuka. Pertama jalur Sembalun dan Senaru. Kuota masing-masing jalur sebanyak 150 orang per hari.

“Ada juga jalur Aik Berik dan Timbanuh. Masing-masing jalur ini diberikan kuota 100 orang per hari. Buat memudahkan para calon pendaki, tiket dapat dibeli via e-Rinjani. Ini bisa diakses dengan mengunduh aplikasi di playstore,” ujar Faozal.

Hanya saja, karena mempertimbangkan faktor keamanan dan kenyamanan, pendakian untuk sementara dibatasi.

Halaman
12
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved