Mendikbud Minta Orangtua Tak Resah, Pemda Tak Langgar Aturan, Muhadjir Yakini Zonasi PPDB Lebih Adil

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy tetap meyakini sistem zonasi lebih adil

Mendikbud Minta Orangtua Tak Resah, Pemda Tak Langgar Aturan, Muhadjir Yakini Zonasi PPDB Lebih Adil
Tribun Sumsel
Ilustrasi. Mendikbud Minta Orangtua Tak Resah, Pemda Tak Langgar Aturan, Muhadjir Yakini Zonasi PPDB Lebih Adil 

Mendikbud Minta Orangtua Tak Resah, Pemda Tak Langgar Aturan, Muhadjir Yakini Zonasi PPDB Lebih Adil

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Sistem zonasi pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA dan SMP Negeri tahun 2019 menimbulkan masalah dan banjir protes.

Namun Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy tetap meyakini sistem zonasi lebih adil.

Ia pun meminta orangtua tidak resah dan khawatir berlebihan terhadap penerapan sistem baru ini, serta mengingatkan pemerintah daerah agar tidak melanggar peraturan yang ditetapkan.

"Penerapan sistem zonasi untuk pemerataan pendidikan yang berkualitas sehingga diharapkan dapat mengatasi persoalan ketimpangan di masyarakat," ujar Muhadjir di Jakarta, Rabu (19/6/2019).

Sebelumnya, PPDB sistem zonasi ini membuat siswa dan orangtua siswa di Kota Denpasar kebingungan hingga memunculkan keresahan orangtua siswa.

PPDB tingkat SMP pada hari pertama Senin (17/6/2019) pun menyebabkan antrean siswa hingga orangtua membeludak di seluruh SMP di Denpasar.

Sementara ratusan orangtua menggelar demo di Surabaya, Jawa Timur, memprotes sistem zonasi dalam PPDB SMA dan SMP ini, Rabu (19/6/2019).

Protes juga dilakukan para orangtua di provinisi lain, seperti Jawa Tengah, Jawa Barat, dan DKI Jakarta.

Menanggapi aksi protes sistem zonasi PPDB, Muhadjir Effendy mengatakan sistem zonasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru memberikan akses yang lebih setara dan berkeadilan kepada peserta didik tanpa melihat latar belakang kemampuan atau perbedaan status sosial ekonomi.

Baca: 4 Layanan Ini Akan Hilang Jika Ponsel Huawei Tak Pakai Android, Apa Saja Itu?

Baca: Pemkot Surabaya Ubah Eks Lokalisasi Dolly Jadi Kampung Laundry

Halaman
1234
Penulis: eurazmy
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved