Perbekel di Gianyar Kunker 4 Hari ke Bekasi, Belajar Manajemen BUMDes di Desa Pasirsari

Sejumlah perbekel di Kabupaten Gianyar, sejak Selasa (18/6/2019) berada di luar kota, tepatnya Kota Bekasi

Perbekel di Gianyar Kunker 4 Hari ke Bekasi, Belajar Manajemen BUMDes di Desa Pasirsari
Istimewa
Disambut - Perbekel dan BPD se Kecamatan Tampaksiring, Ubud dan Sukawati tengah disambut pertunjukkan seni, saat tiba di Desa Pasirsari, Kota Bekasi. Perbekel di Gianyar Kunker 4 Hari ke Bekasi, Belajar Manajemen BUMDes di Desa Pasirsari 

Perbekel di Gianyar Kunker 4 Hari ke Bekasi, Belajar Manajemen BUMDes di Desa Pasirsari

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Sejumlah perbekel di Kabupaten Gianyar, sejak Selasa (18/6/2019) berada di luar kota, tepatnya Kota Bekasi.

Hal ini serangkaian studi komparatif, yang dianggarkan di masing-masing kecamatan setiap tahunnya.

Mereka berada di luar kota sampai Jumat (21/6/2019).

Informasi dihimpun Tribun Bali, tidak semua perbekel di Gianyar mengikuti kunjungan kerja (kunker).

Namun hanya perbekel se-kecamatan Ubud, Sukawati dan Tampaksiring.

Baca: Nuadi Peroleh 12 Kepeng dalam Satu Jam, Berburu Pis Bolong Asli di Pantai Yeh Gangga

Baca: Ada 97 Akomodasi Wisata yang Bodong, Dispar Badung Masih Lakukan Pendataan

Plt Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), Dewa Ngakan Ngurah Adi membenarkan hal tersebut.

Kata dia, tujuan keluar kota terkait studi komparatif, yang dikoordinasi langsung kecamatan masing-masing.  

“Itu di masing-masing kecamatan. Itu kan ada kegiatan di desa itu studi komperatif, untuk BPD sekali dalam setahun. Kayaknya (yang keluar kota itu) perbekel sama BPD. Tapi yang mengkoordinir kecamatan. Kalau tidak salah itu yang berangkat, Sukawati, Tampaksiring, yang lagi satu lupa saya. Kalau kecamatan Blahbatuh dan Gianyar sudah dua bulan lalu kayaknya,” ujarnya.

Baca: Luis Enrique Meletakkan Jabatannya Sebagai Pelatih Timnas Spanyol karena Alasan Pribadi

Baca: Penjernih Air Terpasang di Tukad Badung, Janji Presiden Jokowi Sudah Terealisasi

Camat Tampaksiring, Nyoman Alit Wirawan, yang merupakan salah satu kecamatan yang ikut dalam studi komperatif ini membenarkan, bahwa semua perbekel di Tampaksiring tengah mengikuti studi tersebut.

Di Kota Bekasi, kata dia, ada dua lokus yang dituju, satu di antaranya Desa Pasirsari.

Di sana, studi terkait BUMDes.

Sebab di tahun 2018, desa tersebut meraih juara nasional terkait BUMDes.

“Mau belajar manajemen BUMDes di sana. Di sini (Bekasi) sudah dari kemarin sampai hari Jumat, baliknya,” ujarnya. (*)

Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved