Pesta Kesenian Bali

Sanggar Sekar Tunjung Biru Kisahkan Kehidupan Pesisir pada Lomba Taman Penasar di Arena PKB 2019

Dalam lomba taman penasar ini, Sanggar Sekar Tunjung Biru menampilkan cerita kehidupan masyarakat di kawasan pesisir

Sanggar Sekar Tunjung Biru Kisahkan Kehidupan Pesisir pada Lomba Taman Penasar di Arena PKB 2019
Tribun Bali/Meika Pestaria Tumanggor
Sanggar Sekar Tunjung Biru dalam Lomba Taman Penasar yang berlangsung di Kalangan Ratna Kanda, Art Center Denpasar, kegiatan Pesta Kesenian Bali (PKB) XLI tahun 2019, Kamis (20/6/2019) sore. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Rangkaian kegiatan Pesta Kesenian Bali (PKB) XLI tahun 2019, Kamis (20/6/2019) sore, diisi dengan Lomba Taman Penasar yang berlangsung di Kalangan Ratna Kanda, Art Center Denpasar.

Pengunjung memadati kalangan Ratna Kanda dan tampak antusias menyaksikan tembang bercerita yang dibawakan oleh Sanggar Sekar Tunjung Biru, duta dari Kabupaten Badung.

Baca: Bambang Widjojanto dan Denny Indrayana Absen Sidang MK Karena Siapkan Hal ini

Baca: Dul Kabur dari Rumah Ahmad Dhani karena Mulan Jameela? Ini Jawaban Al Ghazali

Baca: Jokowi dan Prabowo Diprediksi Bertemu Sebelum Sidang MK Rampung

Baca: Nasib SMP PGRI di Tengah Kepungan Sekolah Negeri di Klungkung, Opsi Terpaksa Tutup

Dalam lomba taman penasar ini, Sanggar Sekar Tunjung Biru menampilkan cerita tentang kehidupan masyarakat di kawasan pesisir.

"Tema yang kita angkat itu Lancuting ka hulu. Lancu itu artinya gelombang, jadi gelombang ke hulu. Kehidupan manusia itu seperti gelombang, yang ada pasang surut, dan ada suka duka,"  kata Pembina Sanggar Sekar Tanjung Biru, I Gusti Made Ngurah Sumadi.

"Gelombang pasang ibarat Indria atau nafsu. Dan hulu ibaratkan pikiran. Sehingga diperlukan pengetahuan untuk mengendalikan keganasan Indria itu sendiri. Bagai melaut, pada saat angin kencang, angin tidak bisa dihadang, tetapi yang bisa dilakukan adalah mengendalikan kapal. Pada saat angin terkendali, itulah yang membuat kehidupan sempurna," kata I Gusti Made Ngurah Sumadi.

Penampilan ini melibatkan tujuh orang penyaji dan 15 orang pemusik.

Suara tepuk tangan dan tawa penonton turut meramaikan pertunjukan yang berlangsung selama dua jam ini.(*)

Penulis: Meika Pestaria Tumanggor
Editor: Alfonsius Alfianus Nggubhu
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved