Bali Island School Peduli Minat Baca Anak Melalui Taman Bacaan Danau Buyan

Seorang siswa Bali Island School , Jodi, tahun 2008 bersama teman-temannya berinisiatif mendirikan sebuah Taman Baca di sekolahnya

Bali Island School Peduli Minat Baca Anak Melalui Taman Bacaan Danau Buyan
Dok Ketut Radnyanawati
Aktivitas anak-anak Taman Bacaan Danau Buyan Bali Island School di Jalan Danau Buyan, IV Nomor 5, Sanur Kaja, Denpasar. 

BlS Peduli Minat Baca Anak Melalui Taman Bacaan Danau Buyan

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Seorang siswa Bali Island School , Jodi, tahun 2008 bersama teman-temannya berinisiatif mendirikan sebuah Taman Baca di sekolahnya.

Hal ini dilatarbelakangi rendahnya minat baca anak-anak Indonesia dan Bali pada khususnya.

Ia berpikir, salah satu penyebab kurangnya minat baca ini dikarenakan kurangnya penunjang, yang dalam hal ini adalah perpustakaan.

Dari inisiatif tersebut, lahirlah Taman Bacaan Danau Buyan Bali Island School tahun 2008, yang terletak di areal Bali Island School, Jalan Danau Buyan, IV Nomor 5, Sanur Kaja, Denpasar.

Pembina Taman Bacaan Danau Buyan, Ketut Radnyanawati kepada Tribun Bali, Kamis (20/9/2019) mengatakan, taman bacaan ini merupakan program sosial dari Bali Island School untuk masyarakat sekitar, utamanya SD kelas I sampai kelas VI, dan program ini sifatnya gratis.

Adapun visi dari pendirian taman bacaan ini adalah untuk menumbuhkan minat baca anak dengan menyediakan tempat serta bahan bacaan untuk anak-anak.

Baca: Kondisi Terkini Jessica Wongso Yang Tengah Dipenjara Karena Kopi Sianida Membuat Pengacaranya Sedih

Baca: Kunjungi Mabes Australian Federal Police, Kapolda Bali Sharing Pengamanan IMF-WB 2018

“Taman bacaan ini mengembangkan peran menjembatani anak-anak antar sekolah dan masyarakat di Sanur. Tak hanya sekadar tempat membaca, tapi bisa menjadi tempat bertemunya beragam budaya. Karena anak-anak di sini berasal dari berbagai daerah, ada juga dari Bali, Jawa, Sumbawa, bahkan dari luar negeri seperti Australia, Amerika Serikat, Denmark, Perancis, Swedia, dll,” kata Radnyanawati.

Pihaknya memiliki konsep, sekecil apapun taman bacaan ini tetap dapat berkontribusi membangun pemahaman yang lebih baik dan menghormati siswa dari latar belakang yang berbeda.

Taman Bacaan Danau Buyan ini buka setiap hari Senin sampai Jumat.

Selain hari Rabu, perpustakaan ini buka dari pukul 13.30-16.00 Wita.

Khusus hari Rabu buka pukul 13.30-15.00 Wita.

Hal ini dikarenakan ada kegiatan yang menarik di taman bacaan ini, yakni hari Selasa ada program sepak bola bersama, Kamis ada program belajar musik bersama anak-anak Bali Island School, Jumat ada program membaca berpasangan, dan pada hari Senin ada program menari bersama.

Baca: SBY Sedang Siapkan Lagu tentang Ani Yudhoyono Dibantu Musisi Terkenal Ini

Baca: Duel Brasil Vs Paraguay Bakal Tersaji di Dipta, Escobar Akan Hadapi Bek Bali United William Pacheco

“Kami di Taman Bacaan Danau Buyan juga punya program rutin dan program khusus. Anak-anak sangat senang ikut program ini, apalagi menari, mereka sangat suka menari,” katanya.

Program rutin tersebut meliputi, wajib membaca 30 menit setiap hari, membaca dan berbagi serta analisa buku, ada program seni dan kerajinan, baik menggambar maupun mewarnai, membuat kerajinan tangan dari barang bekas, menari, membaca dengan teman, belajar pengucapan bahasa Inggris, membaca buku bahasa Inggris sederhana, pengenalan istilah bahasa Inggris oleh anak-anak Bali Island School kepada anak-anak taman bacaan, bermain sambil belajar melalui games, say no to plastic education, dan pembuatan kompos.

Sedangkan program khususnya yakni siaran di RRI Denpasar, holiday fair, peringatan 17 Agustus, peringatan Hari Kartini, anak taman bacaan juga dapat kesempatan belajar di kelas bersama siswa Bali Island School, workshop gambelan mulut, memberikan workshop tari Bali kepada siswa SD di Bali Island School dalam mata pelajaran olah raga, ikut tampil pada graduation kelas XII Bali Island School.

Usai kegiatan, selalu ada afirmasi berupa penekanan nilai-nilai yang baik dari kegiatan yang telah dilakukan untuk membangun karakter anak.

Baca: Hasil Copa America 2019, Jepang Menahan Imbang Uruguay dengan Skor 2-2

Baca: Detik-detik Ular Raksasa Bergulat Lalu Telan Buaya 1,5 Meter, Seluruh Badan Masuk ke Dalam Mulutnya

Taman Bacaan Danau Buyan juga setiap catur-wulan menggelar workshop yang bekerjasama dengan pihak luar maupun pihak dari Bali Island School, seperti workshop musikalisasi puisi, menulis dan membaca puisi dengan baik kerja sama dengan Komunitas Sahaja, story telling, juga pelatihan membuat cerita bergambar yang diberikan oleh seorang guru TK di Denpasar kepada anak-anak Taman Bacaan.

Ada pula program pembelajaran bahasa Inggris dari Parent Teacher Association of Bali Island School untuk anak-anak Taman Bacaan.

Dikarenakan programnya yang bervariasi dan kreatif, Taman Bacaan Danau Buyan mendapat penghargaan dari Menteri Pendidikan Nasional tahun 2013 dalam acara International Literacy Day.

Penghargaan ini langsung diserahkan oleh Menteri Pendidikan Nasional saat itu, Muhammad Nuh.

“Kami diundang ke Jakarta menerima penghargaan, karena program kami bervariasi dan kreatif,” tuturnya.

Sampai saat ini, anggota di Taman Bacaan Danau Buyan ini mencapai 110 siswa.

Sedangkan koleksi bukunya mencapai 5000 buku yang terdiri dari buku fiksi, non fiksi, ensiklopedia, maupun buku bahasa Inggris bergambar. (*)

Penulis: Putu Supartika
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved