Degung Ungkapkan Manfaat Besar JKN-KIS Bagi Warga, Ada Semangat Gotong Royong dalam Program Ini

Pemikiran yang luar biasa ditunjukan oleh Degung (22) berkaitan dengan Program Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Degung Ungkapkan Manfaat Besar JKN-KIS Bagi Warga, Ada Semangat Gotong Royong dalam Program Ini
dok/ist
Dewa Gede Agung Adi Saputra: Selama 2 Tahun Bekerja, saya tidak pernah menggunakan JKN-KIS untuk berobat, Gaji Saya Dipotong untuk ikut bergotong-royong membantu saudara yang lebih membutuhkan, sungguh luar biasa” 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Pemikiran yang luar biasa ditunjukan oleh Degung (22) berkaitan dengan Program Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Pemuda yang berasal dari salah satu banjar kecil yang bernama Banjar Triwangsa di Desa Siangan, Gianyar ini membagi pengalamannya sekaligus sebuah pembelajaran bagi generasi milenial.

Sosok pekerja keras ini suka membantu orang-orang sekitarnya tanpa membeda-bedakan.

2 tahun ia bekerja sebagai karyawan sebuah toko Alat Tulis dan Percetakan d Kabupaten Gianyar memberikan pengalaman dan insiprasi bagi kalangan anak muda jaman sekarang.

Ia menanggapi program JKN-KIS sebagai salah satu wadah untuk bergotong-royong. Usianya yang masih sangat muda dan produktif membuatnya tidak berhenti untuk belajar dari kehidupan sosialnya.

Ia menceritakan bahwa selama menjadi peserta JKN-KIS, ia sama sekali tidak pernah menggunakan jaminan dari JKN-KIS ini untuk berobat, bahkan jika sakit ia lebih sering berobat secara tradisional di rumahnya sendiri.

Namun ia tidak mengesampingkan manfaat JKN-KIS di luar urusan pengobatan.

“Meskipun tidak pernah menggunakan JKN-KIS ini, saya tetap merasakan manfaatnya sungguh besar bagi diri saya dan orang lain, saya memperoleh pelajaran yang luar biasa tentang hidup bergotong-royong di dalam program ini. Selama 2 tahun saya bekerja mungkin ada banyak nyawa yang menggunakan iuran yang saya bayarkan untuk biaya berobat mereka melalui JKN-KIS ini,” ungkap pemilik nama lengkap Dewa Gede Agung Adi Saputra ini.

Degung menuturkan, ia mendapatkan pemikiran ini ketika lulus Sekolah Menegah Kejuruan (SMK) di salah satu Kabupaten Gianyar.

Ia langsung memutuskan untuk bekerja agar dapat membantu biaya hidup keluarganya hingga ia mampu melanjutkan pendididkan  sesuai cita-citanya memperoleh gelar sarjana.

Beberapa kali orang tuanya harus berurusan dengan dunia medis karena mengalami sakit sejenis tumor yang berujung operasi di salah satu rumah sakit pemerintah di Kabupaten Gianyar.

Dari sanalah berawal pemikirannya mengenai program JKN-KIS ini.

“Pada usia produktif ini saya ingin menghasilkan uang untuk membantu keluarga, hingga saat itu ayah saya sakit dan membutuhkan biaya yang tidak sedikit untuk operasi, bersyukur ayah saya punya JKN-KIS dan seluruh biayanya dijamin. Saat itu saya berfikir, dari mana sumber pembiayaan ini apabila banyak orang yang sakit seperti ayah saya bahkan bisa lebih parah sehingga pembiayaanya juga menjadi lebih tinggi,” ceritanya.

Dari sana ia mencari tahu dan paham bahwa semua itu adalah berkat iuran yang dibayarkan oleh peserta lainnya yang sehat.

Menurutnya masyarakat yang ingin menjadi peserta JKN-KIS ini harus berfikir sehat agar program ini tidak menjadi program khusus bagi orang sakit, dan selagi usia produktif ia berharap dapat menciptakan kebiasaan bergotong-royong yang salah satunya dapat dilaksanakan melalui program JKN-KIS ini. (*) 

Editor: Ady Sucipto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved