Gajinya di Kupang Hanya 250 Per Bulan, Gadis SoE Nekat Jadi TKW Ilegal

Satgas lalu meminta Marselina untuk menunjukan KTP dan ijazah. Maria hanya terdiam lalu meneteskan air mata.

Gajinya di Kupang Hanya 250 Per Bulan, Gadis SoE Nekat Jadi TKW Ilegal
POS KUPANG/DION KOTA
Inilah para calon tenaga kerja Indonesia (CTKI) ilegal yang berhasil diamankan oleh pihak TNI AU di Bandara El Tari, Kupang, Selasa (28/1/2015). 

Satgas TKI, Volkes Nanis, kepada POS-KUPANG.COM, Rabu (13/6/2019), menjelaskan, kepada petugas Yohana mengaku dirinya berangkat ke Jakarta untuk menjadi pembantu rumah tangga.

"Namun, Yohana tidak tau siapa majikannya, gajinya berapa. Katanya dia hanya diminta ke sana untuk jadi pembantu rumah tangga," ungkap Volkes.

Yohana pun dibawa ke Kantor Disnakertrans Provinsi Nusa Tenggara Timur untuk mendapat pembinaan terkait prosedur menjadi tenaga kerja ke luar daerah.

30 Orang Lain Lolos

Dua calon Tenaga Kerja Indonesia ( TKI), Yanto Soleman Penu dan Imanuel Honi, asal SoE Kabupaten Timor Tengah Selatan protes karena dicekal oleh Satgaspam dan Satgasnaker di Bandara El Tari Kupang, Jumat (7/6/2019).

Volkes Nanis, Satgaspam Bandara El Tari Kupang, kepada POS-KUPANG.COM, mengatakan dua CTKI tersebut merupakan CTKI non-prosedural yang hendak berangkat ke Pangkalan Bun Kalimantan Tengah untuk bekerja di Perkebunan Kelapa Sawit.

"Mereka protes karena menurut keterangan mereka, minggu lalu ada tiga puluh CTKI NTT yang lolos ke Pangkalan Bun lewat jalur laut. Kalau dijalur, yah ada Satgas TKI di Pelabuhan Tenau yang menjaga di sana," jelas Volkes.

Volkes menjelaskan, sanak keluarga Yanto dan Imanuel yang saat ini berada di Pangkalan Bun memberikan keterangan yang sama bahwa 30 lolos melalui jalur laut.

"Keluarga kedua CTKI ini, di Pangkalan Bun, juga protes. Mereka mempertanyakan, kenapa tiga puluh CTKI bisa lolos, sedangkan dua saudara kami, Yanto dan Imanuel dicekal," jelas Volkes.

Lanjutnya, yang mengawasi keberangkatan TKI jalur laut merupakan tugas Satgas TKI yang bertugas di Pelabuhan.

"Kita bertugas di Bandara El Tari Kupang. Tapi kalau memang informasi bahwa benar ada 30 CTKI yang lolos tentu menjadi catatan Satgas TKI untuk lebih ketat melakukan pengawasan," ungkapnya.

Tahun Ini Provinsi NTT Sudah Menerima 53 Jenazah TKI Meninggal Dunia dari Malaysia

NTT kembali mendapat kiriman jenazah TKI. Kali ini jenazah atas nama Nikolaus Ba'i asal Kabupaten Ende, tiba Bandara El Tari Kupang, Minggu (16/6/2019). Tahun ini NTT sudah menerima 53 jenazah TKI.

Jenazah tiba sekitar pukul 13.00 Wita, dengan pesawat Garuda 438 disambut sanak keluarga, pihak BP3TKI penggiat anti human trafficking, Pendeta Emy Sahertian dan Suster Laurentina PIJ.

Dipimpin oleh Sr. Laurentina, rombongan penjemput pun mendoakan jenazah Nikolaus secara Katolik.

Pihaknya BP3TKI Kupang, kepada POS-KUPANG.COM, menyebut Nikolaus merupakan TKI yang bekerja di Malaysia. Nikolaus diduga meninggal dunia akibat sakit, namun belum diketahui sakit apa yang diderita Nikolaus.

Nikolaus meninggal dunia di usai 59 tahun, pada 12 Juni 2019, di daerah Sepang, Selangor, Malaysia.

Pihak keluarga, Marianus Reko, yang diwawancarai POS-KUPANG.COM, di Kargo Bandara, mengatakan, Nikolaus sudah puluhan tahun bekerja di Malaysia.

"Selama ini saya sendiri tidak pernah berkontak dengan dia. Baru kemarin saya dengar informasi kalau dia meninggal dunia," ungkapnya.

Lanjutnya, jenazah Nikolaus sementara disemayamkan di RS. Johanez Kupang dan besok akan dipulangkan kampung halaman, di Desa Mbuliwaralau Utara, Wolowaru, Kabupaten Ende. (*)

 

Artikel ini ditulis Laus Markus Goti telah tayang di pos-kupang.com

Editor: Rizki Laelani
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved