Generasi Alpha Setelah Generasi Millenial dan Gen Z, Ini Gambaran Periset

Berbeda dengan millenial maupun Gen Z, Generasi Alpha tampaknya menyeimbangkan aktivitas digital seperti pengodean, bermain dengan robotik, atau berse

Generasi Alpha Setelah Generasi Millenial dan Gen Z,  Ini Gambaran Periset
Tribun Bali/Noviana Windri Rahmawati
Ilustrasi: Generasi milenial, Jumat (5/4/2019). 

TRIBUN-BALI.COM - Generasi milenial dan Gen Z saat ini telah mendominasi lingkungan kerja.

Sebelumnya sudah ada generasi pendahulunya, yakni Gen X dan baby boomers.

Dikutip dari Metro.co.uk, Jumat (21/6/2019), perusahaan-perusahaan pun kini menggeser fokus mereka guna menangkap dan menjaring talenta dalam dunia yang kini sangat fokus pada digital.

Namun, para periset kini telah menantikan gelombang pekerja berikutnya.

Maksudnya adalah generasi setelah millenial dan Gen Z yang di kemudian hari akan masuk ke dunia kerja.

Generasi tersebut dinamakan Generasi Alpha, yang lahir setelah tahun 2010.

Generasi ini tidak pernah mengetahui dunia tanpa smartphone maupun media sosial.

Sebagai gambaran saja, Instagram diluncurkan pada tahun 2010.

Berbeda dengan millenial maupun Gen Z, Generasi Alpha tampaknya menyeimbangkan aktivitas digital seperti pengodean, bermain dengan robotik, atau berselancar di Youtube dengan kegiatan yang 'jadul' seperti merajut.

Sebuah riset yang dilakukan oleh Beano Studios menyebut, Generasi Alpha akan mencapai puncaknya pada tahun 2025 mendatang.

Halaman
12
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved