Kisah Sedih Soekarno Jelang Akhir Kekuasaannya, Permintaan Sepele Ini Dijawab Ketus Pelayan Istana

Putra sang Fajar, meninggal di usianya ke-70 tahun setelah berjuang melawan penyakit ginjal yang ia derita.

Kisah Sedih Soekarno Jelang Akhir Kekuasaannya, Permintaan Sepele Ini Dijawab Ketus Pelayan Istana
Kompas.com/Dok. Kompas
Presiden Soekarno 

TRIBUN-BALI.COM - Tepat pada hari ini 49 tahun yang lalu, Proklamator Indonesia, Presiden pertama negeri ini Ir.Soekarno berpulang.

Putra sang Fajar, meninggal di usianya ke-70 tahun setelah berjuang melawan penyakit ginjal yang ia derita. 

Seusai kekuasannya tumbang sesudah pecahnya peristiwa adanya G30S, Soekarno dijadikan 'musuh' oleh rezim Orde Baru.

Bahkan ketika menjelang akhir hayatnya, beliau masih dianggap berbahaya bagi rezim yang berkuasa.

Mengutip Intisari yang menyadur dari buku "Maulwi Saelan, Penjaga Terakhir Soekarno" terbitan Penerbit Buku Kompas 2014 dan ditulis oleh Asvi Warman Adam, Bonnie Triyana, Hendri F. Isnaeni, M.F. Mukti.

Kisah ini bermula ketika Soekarno di penghujung tanduk kekuasaannya pada suatu pagi meminta sarapan seperti biasanya yakni roti bakar di Istana Negara.

Pelayan Istana mengatakan tak ada roti untuknya.

"Tidak ada roti." Soekarno menyahut, "Kalau tidak ada roti, saya minta pisang."

"Itu pun tidak ada," timpal pelayan Istana lagi.

Karena merasa sangat lapar, Soekarno lantas menawar lagi dengan sarapan nasi sama kecap saja.

Halaman
123
Editor: Ady Sucipto
Sumber: GridHot.id
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved