Breaking News:

Made Menangis Memikirkan Nasib Depositonya Setelah OJK Resmi Cabut Izin Usaha BPR Legian

Kesedihan mendalam terpancar dari matanya yang berkaca-kaca, karena uang tersebut ia kumpulkan dengan susah payah menjadi karyawan di sebuah vila

Tribun Bali/Noviana Windri
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara bersama Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) jumpa pers di Kantor OJK Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara, Jalan Diponegoro, Denpasar, Bali, Jumat (21/2/2019). 

Made Menangis Memikirkan Nasib Depositonya Setelah OJK Resmi Cabut Izin Usaha BPR Legian

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Ni Made Karuniawati, tak kuasa menahan tangis saat mendatangi kantor pusat BPR Legian di Gajah Mada, Denpasar.

Wanita asal Singaraja ini, tak pernah menyangka BPR Legian akan bangkrut dan ditutup oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Ia pun menanyakan kepada Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), atas nasib uangnya dalam bentuk deposito sejak 2014 lalu.

“Saya punya deposito Rp 30 juta di sini,” sebutnya kepada Tribun-Bali.com, Jumat (21/6/2019).

Deposito ini terdiri dari 2 bilyet, masing-masing Rp 15 juta dengan bunga setiap bulan Rp 100 ribu.

Baca: Cerita I Dewa Gede Palguna, Hakim MK Berselera Musik Rock Cadas, Ini Daftar Lagunya

Baca: Jafri Sastra Beri Signal Pulangkan Eko Purdjianto ke PSIS Semarang, & Singgung 2 Kitman Bali United

Baca: Seperti Ini Cara Polwan Lakukan Penyamaran, Rela Jadi PSK Bertarif Rp 50 Ribu Sekali Kencan

Baca: Utang Pemerintah Indonesia Per Mei 2019 Naik Jadi Rp 4.571,89 Triliun

Kesedihan mendalam terpancar dari matanya yang berkaca-kaca, karena uang tersebut ia kumpulkan dengan susah payah menjadi karyawan di sebuah vila selama bertahun-tahun.

“Awalnya diajak teman, dibilang BPR Legian ini bagus pada zaman dahulu, saya akhirnya menaruh uang di sini. Apalagi kan akses BPR Legian ini kebanyakan nasabahnya adalah pedagang di Pasar Badung dan Kumbasari, jadi kemungkinan untuk tutup saya rasa tidak ada,” jelasnya.

Ia pun mengambil bunga dari depositonya setahun sekali, agar jumlahnya lebih banyak.

Ia berharap setelah hasil verifikasi LPS, dananya bisa kembali karena akan digunakan untuk membangun rumah.

“Soalnya saya mengumpulkannya setengah mati,” imbuhnya.

OJK Regional 8 Bali-Nusa Tenggara, secara resmi mencabut izin usaha PT Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Legian.

Sesuai Keputusan Anggota Dewan Komisioner OJK Nomor KEP-103/D.03/2019, tentang Pencabutan Izin Usaha PT BPR Legian terhitung sejak 21 Juni 2019. (*)

Penulis: AA Seri Kusniarti
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved