Peringatan Dini BMKG, Gelombang Capai 4 Meter, Nelayan Hingga Kapal Pesiar Diminta Waspada

Beberapa perairan Indonesia lainnya juga berpotensi mengalami gelombang yang lebih tinggi dengan kisaran 2,5 hingga 4 meter.

Peringatan Dini BMKG, Gelombang Capai 4 Meter, Nelayan Hingga Kapal Pesiar Diminta Waspada
Tribun Bali/Rino Gale
Prakirawan Cuaca sedang melakukan monitoring pergerakan gelombang dan angin di BBMKG Wilayah III Denpasar, Sabtu (2/3/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi yang berpotensi terjadi di sejumlah wilayah perairan Indonesia dalam beberapa hari ke depan yaitu 21 hingga 24 Juni 2019.

Melalui rilis resminya, Jumat (21/6/2019) BMKG menjelaskan bahwa peningkatan gelombang tinggi terjadi menyusul adanya pola sirkulasi angin di Samudera Hindia barat Kepulauan Nias dan pusat tekanan rendah 1008 hPa di Samudera Pasifik utara Papua.

Pola angin di wilayah utara ekuator umumnya dari selatan-barat dengan kecepatan 4 sampai 25 knot, sedangkan di wilayah selatan ekuator umumnya dari timur–selatan dengan kecepatan 4 hingga 25 knot.

Kecepatan angin tertinggi terpantau di Perairan Kepulauan Mentawai, Laut Natuna Utara, Perairan Kepulauan Letti hingga Tanimbar, Perairan Kepulauan Kei–Aru, Laut Banda bagian selatan dan Laut Arafuru.

Kondisi ini mengakibatkan peningkatan tinggi gelombang di sekitar wilayah tersebut.

Dari hasil pantauan BMKG, terdapat peningkatan gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter yang berpeluang terjadi di beberapa perairan seperti Perairan Timur Pulau Simeulue dan Kepulauan Mentawai, Selat Sape bagian selatan, Selat Sumba dan Selat Ombai, Laut Sawu bagian utara, Perairan Kep. Anambas, Laut Jawa dan Selat Karimata, Perairan Utara Jawa Timur hingga Kepulauan Kangean, Perairan Selatan Kalimantan, Perairan Kotabaru, Laut Sumbawa dan Laut Bali.

Selain itu juga terjadi di Selat Makassar bagian tengah hingga selatan, Perairan Kepulauan Selayar-Sabalana, Teluk Bone dan Teluk Tolo, Perairan Kepulauan Bau Bau – Wakatobi, Perairan Manui – Kendari, Perairan selatan Kepulauan Banggai – Sula, Laut Flores dan Laut Seram, Perairan Selatan Ambon, Laut Banda bagian utara dan selatan, Perairan Kep. Letti – Sermata.

Perairan Utara Kepulauan Kei hingga Aru, Perairan Fak Fak – Kaimana, Perairan Amamapere – Agats, Perairan Kalimantan Utara, Laut Sulawesi bagian barat, Perairan Kepulauan Sangihe – Talaud, Perairan Timur Bitung, Perairan selatan Sulawesi Utara, Laut Maluku dan Laut Halmahera, Perairan Kep. Halmahera, Perairan Raja Ampat – Sorong, serta Samudera Pasifik utara Halmahera hingga Papua juga diprediksi mengalami kondisi yang sama.

Beberapa perairan Indonesia lainnya juga berpotensi mengalami gelombang yang lebih tinggi dengan kisaran 2,5 hingga 4 meter.

Wilayah tersebut adalah Selat Malaka bagian utara, Perairan Utara Sabang, Perairan Barat Aceh hingga Kep. Mentawai, Perairan Bengkulu – Pulau Enggano, Perairan Barat Lampung, Samudera Hindia barat Aceh hingga Lampung, Selat Sunda bagian selatan, Perairan Selatan Jawa hingga Sumbawa, termasuk Selat Bali – Lombok – Alas bagian selatan.

Kondisi ini juga terjadi di Perairan Selatan Pulau Sumba hingga P. Suwa, Perairan Selatan P. Rotte–Kupang, Laut Sawu bagian selatan, Laut Timor selatan NTT, Samudera Hindia selatan Jawa hingga NTT, Laut Natuna Utara dan Laut Natuna, Perairan Kep. Natuna, Laut Banda timur Sulawesi Tenggara, Perairan Selatan Kep. Babar hingga Tanimbar, Perairan Selatan Kep. Kei hingga Aru, dan Laut Arafuru.

Potensi gelombang tinggi di beberapa wilayah tersebut dapat berisiko terhadap keselamatan pelayaran.

Untuk itu, BMKG selalu mengimbau pada masyarakat terutama nelayan yang beraktivitas dengan moda transportasi.

Nelayan yang menggunakan perahu dihimbau untuj mewaspadai kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1.25 m, dan kapal tongkang dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1.5 m).

Kemudian untuk kapal ferry waspadai kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2.5 m, dan kapal ukuran besar seperti kapal kargo/kapal pesiar kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4.0 meter. (*)

Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved