Satpol PP Gianyar Sindir Pemkab Karangasem, Minta Urus Warga yang Jadi Gelandangan dan Pengemis

Di antaranya sembilan orang dewasa dan 13 orang masih di bawah umur, bahkan ada yang masih berusia delapan bulan.

Satpol PP Gianyar Sindir Pemkab Karangasem, Minta Urus Warga yang Jadi Gelandangan dan Pengemis
TRIBUN BALI/ I WAYAN ERI GUNARTA
Sebanyak 22 orang gepeng asal Karangasem diamankan di Kantor Dinas Satpol PP Gianyar, Jumat (21/6/2019). 

Satpol PP Gianyar Sindir Pemkab Karangasem, Minta Urus Warga yang Jadi Gelandangan dan Pengemis

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Sidak gelandangan dan pengemis (gepeng) di Kabupaten Giayar sudah menjadi agenda mingguan Dinas Satpol PP Gianyar.

Namun, keberadaan gepeng tak pernah habis, dan semuanya masih berasal dari Karangasem.

Satpol PP Gianyar menilai, kondisi ini tak akan pernah berubah, jika Pemkab Karangsem belum sunggung-sungguh membina masyarakatkan.

Pantauan Tribun-Bali.com di kantor Dinas Satpol PP Gianyar, Jumat (21/6/2019), sebanyak 22 orang gepeng diamankan.

Di antaranya sembilan orang dewasa dan 13 orang masih di bawah umur, bahkan ada yang masih berusia delapan bulan.

Baca: SMPN 6 Abang Rekrut Peserta Didik Baru Meski Belum Punya Gedung, Siswa Menumpang di SDN 1 Tista

Baca: VIDEO Kesaksian 4 Wanita yang Selamat dari Kebakaran Hebat, Sebut Korban Tewas Ada Anak-anak

Baca: VIDEO Jilatan Api Membakar Pabrik Mancis yang Panggang Hidup-hidup Puluhan Karyawannya

Baca: 10 Jasad Karyawan yang Terbakar Menumpuk di Satu Ruangan, Sisanya Berserakan di Dapur

Baca: BREAKING NEWS! Pabrik Mancis di Binjai Terbakar, Puluhan Karyawan Terpanggang Hidup-hidup

Mereka ditangkap di dua lokasi berbeda, yakni sembilan orang di Pasar Umum Gianyar dan 13 orang di kawasan pariwisata Ubud.

Sekdis Satpol PP Gianyar, I Ketut Adi Sandiasa mengatakan, pihaknya merasa malu terhadap masyarakat Gianyar.

Sebab, sidak gepeng tidak pernah berakhir meskipun rutin dilakukan setiap minggu.

Permasalahan ini terjadi, dikarenakan setelah para gepeng ini ditangkap dan dipulangkan ke kampungnya di Karangasem, tak berselang lama mereka kembali lagi ke Gianyar.

“Kami berharap, kabupaten asalnya (Karangasem) juga harus bertanggung jawab kondisi ini. Kami berharap, Pemkab Karangasem serius melakukan pembinaan pada masyarakatnya,” ujarnya. (*)

Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved