44 Ibu Hamil Positif HIV di Jembrana, Selamatkan Bayi Sebelum Terinfeksi Virus

Jumlah ibu hamil yang terdeteksi HIV ini adalah akumulasi dari tes yang dilakukan sejak pertengahan tahun 2016 lalu.

44 Ibu Hamil Positif HIV di Jembrana, Selamatkan Bayi Sebelum Terinfeksi Virus
suryamalang
ILUSTRASI- Ada 44 ibu hamil terdeteksi HIV setelah melakukan tes kesehatan di Klinik VCT (tes HIV) di seluruh Puskesmas dan RSU Negara. Tes memang diwajibkan untuk menghindarkan penyakit turunan terhadap bayi yang dikandung sang Ibu. 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Sebanyak 44 perempuan dalam kondisi hamil dinyatakan terjangkit HIV di Jembrana.

Mereka terdeteksi HIV setelah menjalani tes kesehatan.

Tes ini dilakukan untuk menyelamatkan bayi jika dikandung oleh ibu yang positif HIV.

Jumlah ibu hamil yang terdeteksi HIV ini adalah akumulasi dari tes yang dilakukan sejak pertengahan tahun 2016 lalu.

Sebab untuk kasus ini, kebanyakan pasien tak menyadari bahwa dirinya telah terjangkit.

"Ibu yang melahirkan itu ketika terkena atau terjangkit HIV, belum tentu tahu, bahwa dia positif. Itu kenapa kami mengadakan tes terhadap ibu hamil yang wajib seperti tes HIV, sifilis sama hepatitis," ucap Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Jembrana, dr Putu Suasata, Jumat (21/6/2019).

Saat tim medis mendapatkan pasien ibu hamil positif HIV, maka akan ditangani melalui program Pencegahan Transmisi HIV (PTV) dari ibu ke bayi.

Dengan begitu, maka si ibu akan mendapatakan antiretroviral (ARV).

Obat ARV dalam penanganan ibu bayi memang ada perbedaan dengan pasien biasa.

Hanya beda sedikit dalam penanganannya.

Halaman
1234
Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved