Dinas Kebudayaan Ajak Masyarakat Berbusana Adat Bali Sesuai Pakem

Workshop ini membahas tentang tata cara berbusana adat dan tata rias sesuai dengan pakem

Dinas Kebudayaan Ajak Masyarakat Berbusana Adat Bali Sesuai Pakem
Tribun Bali/Noviana Windri
Suasana workshop tata rias dan busana di Gedung Ksirarnawa, Art Center, Jalan Nusa Indah, Denpasar, Bali, Sabtu (22/6/2019). Dinas Kebudayaan Ajak Masyarakat Berbusana Adat Bali Sesuai Pakem 

Dinas Kebudayaan Ajak Masyarakat Berbusana Adat Bali Sesuai Pakem

Laporan Wartawan Tribun Bali, Noviana Windri Rahmwati

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Dinas Kebudayaan Provinsi Bali menggelar workshop tata rias dan busana di Gedung Ksirarnawa, Art Center, Jalan Nusa Indah, Denpasar, Bali, Sabtu (22/6/2019).

Workshop ini membahas tentang tata cara berbusana adat dan tata rias sesuai dengan pakem, dengan narasumber seorang pakar busana adaf Bali, Tjokorda Gde Abinanda dan seorang akademisi, Anom Mayun.

Kepala Bidang Kesenian, Ni Wayan Sulatriani menuturkan wokrshop diadakan untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman lebih jauh terkait dengan cara berbusana dan makna pakaian tradisional yang dipakai.

Baca: Disdukcapil Gianyar Sudah Siapkan Aplikasi, Pelayanan Berbasis Online Terkendala SDM & Komputer

Baca: Tahun 2019 Ini Dinas PUPR Buleleng Lanjutkan Pemasangan LPJU LED

"Karena semua pakaian itu ada maknanya. Baik pakaian untuk upacara. Itu maknanya sangat luar biasa. Itu yang perlu dipahami. Sehingga ketika seseorang tahu maknanya, akan lebih greget saat memakai pakaian adat itu," ucapnya.

Sebanyak 85 peserta workshop dari UPD lingkungan Pemerintah Provinsi Bali dan puluhan lainnya merupakan masyarakat umum.

"Mereka kita undang untuk lebih mengetahui lebih luas lagi tentang pakaian adat. Khususnya tentang pakaian kerja. Ini juga berhubungan dengan Pergub Berbusana Adat Bali. Kita beri pemahaman untuk kedepannya agar lebih memaksimalkan memakai pakaian adat kerja," paparnya.

Baca: SEDANG BERLANGSUNG Live streaming Liga 1 2019, Bali United vs PSIS Semarang

Baca: Klungkung Usulkan 169 CPNS dan 69 PPPK, Prioritaskan Formasi Guru dan Tenaga Kesehatan

Sementara, pihaknya menjelaskan workhsop yang digelar rutin setiap PKB berlangsung berbeda setiap tahunnya.

Pada PKB 2018 menggelar workshop tentang busana dan mebanten.

Sedangkan pada PKB 2019 menggelar workshop tentang tata rias dan busana adat Bali.

"Tentunya kita sangat mengharapkan masyarakat itu tahu benar makna pakaian. Bisa mempergunakannya, menggunakannya, dan memaksimalkan penggunaan pakaian adat yang sesaui dengan pakem," pungkasnya.(*)

Penulis: Noviana Windri
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved