Masyarakat Bangli Tumpah Ruah Iringi Upacara Pelebon Istri Kapten Mudita

Masyarakat Bangli tumpah ruah mengiringi jenazah Jro Pasek Jempiring bertempat di tunon Dalem Selaungan, Bangli, istri dari pahlawan Kapten Mudita

Masyarakat Bangli Tumpah Ruah Iringi Upacara Pelebon Istri Kapten Mudita
Tribun Bali/Fredey Mercury
Palebon jenazah Jro Pasek Jempiring, istri dari pahlawan Bangli Kapten Anak Agung Gde Anom Mudita itu dipalebon. Upacara palebon digelar di tunon Dalem Selaungan, Kelurahan Cempaga, Bangli, Sabtu (22/6/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Ribuan masyarakat Bangli tumpah ruah mengiringi jenazah Jro Pasek Jempiring.

Bertempat di tunon Dalem Selaungan, Kelurahan Cempaga, Bangli, istri dari pahlawan Bangli Kapten Anak Agung Gde Anom Mudita itu dipelebon, Sabtu (22/6/2019).

Upacara Perabuan Jro Pasek Jempiring juga diikuti oleh dua kerabat dari Puri Denpasar, dan Puri Siulan, Puri Agung Bangli

Berdasarkan jadwal, rangkaian upacara pelebon Jro Pasek Jempiring dimulai sejak Jumat (21/6/2019) hingga Sabtu (22/6/2019).

Pada hari Jumat, rangkaian acara dimulai dari negtegang, ngadegang penguriagaan, ngening ke beji, ngaskara, nyiramin, hingga munggah pelebon.

Sedangkan pada hari Sabtu, acara dimulai dari metetangi, nyukat karang, melaspas pekoleman di catus pata, caru pengalang dewasa, serta upacara penghormatan di Puri Kilian, Puri Agung Bangli.

Ribuan masyarakat Bangli mengiringi jenazah Jro Pasek Jempiring. Bertempat di tunon Dalem Selaungan, Kelurahan Cempaga, Bangli, istri dari pahlawan Bangli Kapten Anak Agung Gde Anom Mudita itu dipalebon, Sabtu (22/6/2019).
Ribuan masyarakat Bangli mengiringi jenazah Jro Pasek Jempiring. Bertempat di tunon Dalem Selaungan, Kelurahan Cempaga, Bangli, istri dari pahlawan Bangli Kapten Anak Agung Gde Anom Mudita itu dipelebon, Sabtu (22/6/2019). (Tribun Bali/Fredey Mercury)

Jenazah selanjutnya diantar ke Tunon Dalem Selaungan, Kelurahan Cempaga.

Diungkapkan anak kandung pasangan Kapten AA Gde Anom Mudita dengan Jro Pasek Jempiring, Anak Agung Anom Suarcana semasa hidup ibunya adalah wanita yang sangat tangguh.

Baca: KABAR DUKA! Istri Mendiang Pahlawan Bangli Kapten Anak Agung Gde Anom Mudita Tutup Usia

Sejak gugurnya Kapten AA Mudita pada 1947 silam, Jro Pasek Jempiring tidak pernah memiliki niat untuk menikah lagi.

Padahal kala itu, usianya pernikahan masih terbilang muda yakni hanya lima tahun.

"Beliau menjadi sosok wanita yang bisa menjadi panutan. Beliau hanya fokus membesarkan saya, satu-satunya putra yang dimiliki, hingga beliau menghembuskan nafas terakhir," ungkapnya.

Gung Suarcana menambahkan, semasa hidup Jro Pasek Jempiring juga sempat berpesan untuk selalu menjaga kerukunan, serta saling menghargai dengan sesama manusia.

"Mudah-mudahan almarhum mendapatkan tempat terbaik disisi Tuhan, sesuai dengan amal ibadahnya," ujar Gung Suarcana.

Seperti diketahui, Jro Pasek Jempiring tutup usia di usia 92 tahun.

Wanita kelahiran Banjar Nyanglan, Klungkung itu menghembuskan nafas terakhir pada Selasa (28/5/2019) pukul 14.45 wita setelah mendapatkan perawatan medis di RS Balimed akibat jatuh dan sempat tidak sadarkan diri, tiga pekan sebelumnya. (*)

Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved