Berbagai Penyakit Bebai Sembuh di Pemelukatan Sapta Rsi, Warga Yakin Dihuni Sosok Ini

Berbagai penyakit kulit dan nonmedis dipercaya akan hilang dengan melukat, guna melebur semua penyakit dalam tubuh.

Berbagai Penyakit Bebai Sembuh di Pemelukatan Sapta Rsi, Warga Yakin Dihuni Sosok Ini
Tribun Bali/Agus Aryanta
Tempat Pemelukatan Sapta Rsi yang lokasinya di Banjar Jemeng, Desa Samuan Carang Sari Badung, Sabtu (22/6/2019). Melukat di lokasi ini dipercaya bisa menyembuhkan berbagai penyakit. 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA -- Berbagai penyakit kulit dan nonmedis dipercaya akan hilang dengan melukat, guna melebur semua penyakit  dalam tubuh.

Selain penyakit, kulit banyak penyakit nonmedis lainnya yang dikenal masyarakat Bali, seperti bebai, cetik dan yang lainnya. Penyakit ini bisa disembuhkan diantaranya dengan melakukan pengelukatan.

Tempat pemelukatan itu kini bisa kita temukan di Banjar Jemeng, Desa Samuan, Carangsari, Badung. Tempat pemelukatan yang diberi nama Pemelukatan Sapta Rsi itu juga dipercaya sebagai tempat pemelukatan pelebur sakit. Pasalnya tak jarang orang yang sudah melukat di sana mengaku sehat kembali dari sakit yang dideritanya.

"Banyak orang yang bilang bahwa tempat pemelukatan ini adalah obat dalam menghilangkan segala penyakit yang ada. Bahkan informasi itu pun ada dari beberapa orang yang sudah pernah melukat di Pemelukatan Sapta Rsi," ujar Bendesa Adat Samuan, I Gusti Putu Adnyana saat ditemui Tribun Bali, Sabtu (22/6).

Untuk menuju ke sana, pamedek hanya melintas sekitar 5 km dari  objek wisata Desa Sangeh Alas Pala. Akses menuju tempat pemelukatan sangat terjal. Pasalnya tempat pemelukatan tersebut berada di tengah-tengah tebing. Anak tangga sudah ada karena tempat pemelukatan itu akan ditata oleh desa adat setempat.

"Kami masih melakukan penataan. Tapi untuk pemelukatan Sapta Rsi sudah jadi," tambahnya.

Menurutnya, pemelukanan tersebut sudah ada sejak dulu. Konon pemelukatan itu hanya dimanfaatkan oleh masyarakat yang ingin melakukan kegiatan spiritual. Tempat pemelukatan itu pun kabarnya dihuni oleh seorang Rsi tua.

"Orang yang punya kelebihan bilang bahwa di sana dihuni oleh seorang Rsi. Sehingga kami kini menamai tempat pemelukatan tersebut Pemelukatan Sapta Rsi," jelasnya.

Kepercayaan adanya seorang Rsi yang menjadi penghuni tempat pemelukatan itu juga dipercaya masyarakat sekitar. Pasalnya lokasi yang berada jauh dari permukiman warga itu kerap terdengar suara genta yang biasa digunakan oleh para Rsi dalam memimpin upacara keagamaan.

"Waktu ini tepat jam 12 siang, pekerja yang lagi menata jalan di bawah tempat pemelukatan mendengar suara genta. Seperti orang yang sedang memuja. Padahal lokasinya kan di tengah hutan. Hanya ada sungai di bawah," tuturnya.

Halaman
12
Penulis: I Komang Agus Aryanta
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved