BBPOM Bali Temukan Zat Berbahaya Ini Saat Sidak Makanan di Acara PKB

Untuk pedagang yang ketahuan melanggar maka akan mendapat sanksi berupa pemusnahan dan pembinaan langsung.

BBPOM Bali Temukan Zat Berbahaya Ini Saat Sidak Makanan di Acara PKB
Tribun Bali/Rizal Fanany
Petugas Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Bali menunjukkan sampling uji lab makanan yang mengandung zat pewarna makanan Rhodamin B di Pasar Kuliner Pesta Kesenian Bali, Art Center, Denpasar, Bali, Senin (24/6/2019). 

BBPOM Bali Temukan Zat Berbahaya Ini Saat Sidak Makanan di Acara PKB

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Bali menggelar sidak kuliner di area Pesta Kesenian Bali (PKB) di Art Centre Jalan Nusa Indah, Denpasar, Bali, Senin (24/6/2019).

"Seperti biasa di PKB ini, kita adakan pegawasan terhadap kuliner yang dijual di PKB ini," ujar Kepala BBPOM Denpasar, Dra I Gusti Ayu Adhi Aryapatni.

Sidak kali ini mereka lakukan bersama lintas sektor.

Mereka menyidak berbagai jenis makanan seperti, siomay, krupuk, sosis, gulali, sate, ikan goreng, dan lainnya.

Dari 20 sampel yang diperiksa terdapat satu pedagang yang melanggar.

"Dari 20 sampel yang kita periksa, ada satu yang tidak memenuhi syarat, yaitu sampel bijik berwarna merah. Kita cek pewarna merahnya ternyata rhodamin B," ujarnya.

Untuk pedagang yang ketahuan melanggar maka akan mendapat sanksi berupa pemusnahan dan pembinaan langsung dari pihak BBPOM.

"Sanksinya dimusnahkan, bijiknya harus dibuang. Besok dia sudah tidak menggunakan itu lagi," katanya.

BPOM juga akan menelusuri asal usul makanan yang mereka jual.

"Kita juga akan menelusuri di mana mereka beli, dan siapa yang membuat. Ini kita akan lakukan pembinaan, agar tidak menggunakan lagi rhodamin B," paparnya.

BPOM sudah terlebih dahulu memberikan arahan agar pedagang tidak menjual lagi barang-barang yang dapat mengancam kesehatan masyarakat.

"Antisipasi sudah dari kemarin-kemarin. Dan kami sudah melakukan surat edaran untuk tidak menjual lagi bahan berbahaya, boraks, rhodamin B mitenalilelo," katanya.

Selain itu, BPOM juga telah melakukan pengawasan pada distributor yang tidak memiliki kewenangan terhadap bahan berbahaya. (*)

Penulis: M. Firdian Sani
Editor: Kander Turnip
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved