DBD Tetap Mewabah di Desa Samsam Tabanan Meski Sudah Fogging

Dinas Kesehatan Tabanan sudah melakukan antisipasi dengan melakukan fogging di setiap banjar sebanyak dua kali, namun virus DBD tetap mewabah

DBD Tetap Mewabah di Desa Samsam Tabanan Meski Sudah Fogging
pixabay.com
Ilustrasi - Nyamuk Aedes aegypti penyebab DBD. 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Wabah demam berdarah (DBD) terjadi di Desa Samsam, Kecamatan Kerambitan, Tabanan.

Sebanyak sepuluh warga terserang virus DBD. Hal tersebut terjadi sejak pertengahan bulan lalu.

Perbekel Desa Samsam, I Dewa Ketut Ary Wibawa menuturkan, wabah DBD di Desa Samsam sudah terjadi sejak selesai pemilihan umum dua bulan lalu.

"Apa karena virus atau bagimana, saya kurang tahu," ujar Dewa Ary, Minggu (23/6/2019).

Warga yang paling banyak terserang wabah DBD adalah warga Banjar Samsam 1 dan Banjar Samsam 2.

Kata dia, Dinas Kesehatan Tabanan sudah melakukan antisipasi dengan melakukan fogging di setiap banjar sebanyak dua kali.

"Sudah adakan fogging juga sebelum kejadian, setelah adanya wabah ini juga kami sudah koordinasi dengan Dinas Kesehatan lewat bidan desa di puskesmas terdekat. Pekan lalu juga masih ada yang masuk rumah sakit kok," tandasnya.

Kepala Dinas Kesehatan Tabanan, dr Nyoman Suratmika mengakui belum mendapat informasi terkait banyaknya warga Samsam yang terserang DBD.

Ia mengklaim hingga saat ini masih belum ada peningkatan kasus DBD di Tabanan.

"Daerah sana (Samsam) khususnya Ketambitan memang daerah endemik tapi tidak terlaku tinggi," ujarnya.

Demikian juga mengenai ia mengakui belum mengetahui jelas atau belum tahu jumlah pasti berapa yang terkena virus DBD

"Belum tau jelasnya saya, coba besok (hari ini) saya akan tanyakan ke petugas yang menangani daerah tersebut," tandasnya. (*)

Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved