Empat Panel Pameran Kolaborasi Mahasiswa Seni Rupa 4 Perguruan Tinggi di Bali

Minggu (23/6/2019) di Bentara Budaya Bali berlangsung pembukaan pameran “Empat Panel”, melibatkan 40 mahasiswa dari lintas institusi seni di Bali

Empat Panel Pameran Kolaborasi Mahasiswa Seni Rupa 4 Perguruan Tinggi di Bali
Bentara Budaya Bali
Minggu (23/6/2019) di Bentara Budaya Bali (BBB) berlangsung pembukaan pameran “Empat Panel”, melibatkan 40 mahasiswa dari lintas institusi seni di Bali. 

Empat Panel Pameran Kolaborasi Mahasiswa Seni Rupa 4 Perguruan Tinggi di Bali

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Minggu (23/6/2019) di Bentara Budaya Bali (BBB) berlangsung pembukaan pameran “Empat Panel”, melibatkan 40 mahasiswa dari lintas institusi seni di Bali.

Program yang terangkum dalam Akademika Bentara ini akan terselenggara hingga 30 Juni 2019 mendatang.

Menurut kurator pameran ini, Made Susanta Dwitanaya, peristiwa kali ini bukan sekadar ajang pameran bersama.

Namun diniatkan untuk mencoba menelisik dan memantik ruang-ruang kemungkinan yang lebih dalam dan luas melalui model kerja kolaboratif gabungan.

“Pendekatan model kolaboratif gabungan ini adalah model kolaboratif yang mempertemukan gagasan beberapa orang tanpa menghilangkan karakteristik tiap-tiap individu yang berkolaborasi. Gagasan ini diterjemahkan dalam metode presentasi (penyajian) karya di ruang pameran yang menghadirkan empat panel karya dari masing-masing mahasiswa dari empat institusi ini menjadi satu karya bersam,“ ungkap Susanta.

Baca: Langkah Mudah Atasi Kebiasaan Tidur Mendengkur, Kebersihan Kamar Berpengaruh?

Baca: Gempa 7,4 SR di Maluku Yang Terasa Sampai Bali Ternyata Juga Mengguncang Australia

Ia menjelaskan, 40 mahasiswa dibagi ke dalam 10 kelompok yang terdiri dari empat peserta lintas institusi.

Masing-masing kelompok menyepakai sebuah sub tema yang berangkat dari tema utama “Mulat Sarira”, yang kemudian diinterpretasikan oleh masing-masing anggota menjadi karya seni rupa.

Sebagian kelompok menengok pada akar kultural, serta ada pula yang mengkontekstualkannya dengan tema-tema alam.  

Di sisi lain, terdapat juga kelompok yang menginterpretasi Mulat Sarira dalam konteks persoalan-persoalan personal atau kedirian yang dihadapi manusia, dan merujuk pada berbagai persoalan sosial yang berkelindan dalam keseharian manusia kontemporer.

Halaman
12
Editor: Irma Budiarti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved