Mahathir Kembali Tegaskan Komitmennya untuk Menyerahkan Jabatan kepada Anwar Ibrahim

Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad kembali menekankan kembali komitmen politiknya untuk menyerahkan jabatan kepada Anwar Ibrahim.

Mahathir Kembali Tegaskan Komitmennya  untuk Menyerahkan Jabatan kepada Anwar Ibrahim
Facebook Anwar Ibrahim
Presiden Partai Keadilan Rakyat (PKR) Anwar Ibrahim (kanan) bertemu dengan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad di kantornya, Kamis (20/6/2019) 

Mahathir Kembali Tegaskan Komitmennya  untuk Menyerahkan Jabatan kepada Anwar Ibrahim

TRIBUN-BALI.COM, BANGKOK- Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad kembali menekankan kembali komitmen politiknya untuk menyerahkan jabatan kepada Anwar Ibrahim.

Pernyataan itu dia ucapkan kepada CNBC di sela pertemuan negara-negara Asia Temggara (ASEAN) ke-34 yang berlangsung di Bangkok, Thailand, Sabtu (22/6/2019).

"Sejauh yang saya tahu, saya sudah berjanji bakal mundur dan Anwar bakal menggantikan saya," kata Mahathir dikutip Channel News Asia Senin (24/6/2019).

Tenggat waktu penyerahan jabatan kepada Anwar yang merupakan kontrak politik pada pemilu Mei 2018 lalu menjadi poin utama pembahasan di koalisi Pakatan Harapan.

Partai Keadilan Rakyat (PKR) yang dipimpin Anwar menyatakan, terdapat perjanjian bertanggal 7 Januari 2018 bahwa Mahathir hanya akan menjabat selama dua tahun.

Baca: Orangtua Kaget Lihat Isi SMS sang Anak, Siswi SD di Buleleng Diduga Jadi Korban Pencabulan

Baca: Ramalan Zodiak Senin 24 Juni 2019, Awas Leo Ada Persaingan Ketat, Gemini Cemas Karena Keluarga

Mahathir kemudian ditanya apakah dia bakal tetap menjabat untuk melihat realisasi target penurunan utang Malaysia dari 80 persen GDP menjadi 54 persen.

Saat itu, Mahathir mengatakan bahwa penurunan tersebut bakal membutuhkan waktu selama tiga tahun. "Tidak, saya tak akan menjabat lebih dari tiga tahun," tegasnya.

Pada MInggu (23/6/2019), Anwar menyatakan rencana transisi dengan PM berjuluk Dr M itu "telah disepakati" seraya menyebut pertemuan mereka begitu cair.

Anwar mengatakan awalnya dia menganggap pembicaraan transisi itu tak begitu penting. Namun, dia mengakui terdapat spekulasi yang berhembus di publik.

Halaman
12
Editor: DionDBPutra
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved