Tokoh Nasional Hadiri HUT Prof Nasaruddin Umar, Begini Pesan Damai Menjaga Kerukunan Antar Umat

Serangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) ke-60, Imam Besar Masjid Istiqlal, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, diselenggarakan ‘International Conference on

Tokoh Nasional Hadiri HUT Prof Nasaruddin Umar, Begini Pesan Damai Menjaga Kerukunan Antar Umat
dok/ist Ketua FKUB
Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) seluruh Indonesia, Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet menjadi pembicara dalam ‘International Conference on Interfaith and Spirituality’ Serangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) ke-60, Imam Besar Masjid Istiqlal, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, Minggu (23/6/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR -- Serangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) ke-60, Imam Besar Masjid Istiqlal, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, diselenggarakan ‘International Conference on Interfaith and Spirituality’ atau Konferensi Internasional Antar Agama dan Spiritual, yang dihadiri oleh sekitar 300 peserta terdiri Para tokoh antar agama, Dirjen Bimas Hindu, Para Rektor Perguruan Tinggi Agama bertempat di Ballroom Simas Plaza Jakarta, pada Minggu (23/6/2019) pagi hingga sore hari.

Pada malam harinya dilanjutkan dengan Acara Peluncuran 20 Buku tulisan Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, di Ball Room Grand Hyatt yang diluncurkan oleh Wakil Presiden Dr. H. Jusuf Kalla, dihadiri oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Kapolri Dr. Tito Karnavian, Prof. Dr. KH. Qurais Shihab, Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie, jajaran pengurus Masjid Istiqlal beserta sekitar 500 tokoh lainnya .

Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) seluruh Indonesia, Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet yang hadir sebagai salah satu narasumber dalam paparannya tentang Kerukunan dan Beragama secara ke-Indonesiaan menekankan betapa sangat pentingnya untuk membumikan nilai-nilai agama dan nilai-nilai Pancasila - Bhineka Tunggal Ika.

“Tidak ditemukan sedikit kesalahanpun didalam ajaran semua agama, semuanya mengandung kebenaran yang sempurna, namun tidak ada yang paling benar, dan tidak ada yang memonopoli kebenaran,” kata pria yang akrab disana Ratu Aji ini.

Menurut Ratu Aji kebenaran absolut dan monopoli kebenaran hanya milik Tuhan Yang Maha Kuasa.

Dan pada umumnya Isi ajaran semua agama adalah sama atau hampir sama yang disampaikan dalam bahasa yang berbeda, hanya kulit luarnya, kemasannya yang berbeda.

“Perbedaan bukanlah pertentangan, oleh karenanya moderasi beragama, inklusivitas beragama dan beragama alam ke-Indonesia-an menjadi sangat penting untuk semakin dibumikan di segenap penjuru tanah air,” tuturnya.

Seluruh pembicara mulai dengan Keynote Speaker Prof.Dr. KH. Nazaruddin Umar, dan 10 pembicara lainnya pun seluruhnya menyatakan hal yang sama tentang kemuliaan semua agama, bahwa secara spiritual, setiap agama mengajarkan hal-hal yang sama atau hampir sama, karena semua agama adalah ciptaan Tuhan Yang Maha Esa.

Pada saat peluncuran 20 buku , mulai Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menteri Agama, Kapolri , Prof Jimly Asshiddiqie menyatakan kekaguman yang luar biasa akan keuletan dan gerak langkah Prof. Nazaruddin Umar selama ini untuk agama, semua umat beragama serta bangsa dan negara.

Acara ditutup dengan foto bersama, pembagian buku, dan persembahan dari grup musik Debu yang melantunkan lagu-lagu keislaman yang indah. (*)

Penulis: Wema Satya Dinata
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved