254 Duktang Dirazia, Punya Identitas Lengkap Masih Digiring ke Banjar, Ternyata Ini Penyebabnya

Sebanyak 254 duktang yang terjaring ini telah membawa identitas lengkap, namun belum mempunyai surat domisili kependudukan Denpasar.

254 Duktang Dirazia, Punya Identitas Lengkap Masih Digiring ke Banjar, Ternyata Ini Penyebabnya
dokumentasi Humas Pemkot Denpasar
Tim gabungan yang terdiri dari elemen Kelurahan Pemecutan, Babinsa, Babinkamtibmas, Satpol PP, Linmas, dan pecalang melakukan sidak penduduk pendatang (Duktang) di Banjar Merta Jaya, Kelurahan Pemecutan, Senin (24/6/2019) malam. 

254 Duktang Dirazia, Punya Identitas Lengkap Masih Digiring ke Banjar, Ternyata Ini Penyebabnya

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Tim gabungan yang terdiri dari elemen Kelurahan Pemecutan, Babinsa, Babinkamtibmas, Satpol PP, Linmas, dan pecalang melakukan sidak penduduk pendatang (Duktang) di Banjar Merta Jaya, Kelurahan Pemecutan, Senin (24/6/2019) malam.

Dalam sidak tersebut, sebanyak 254 duktang terjaring yang terdiri atas 99 duktang dari luar Bali, dan 155 duktang dari wilayah Bali.

Tim gabungan yang dibagi menjadi lima regu ini menyasar rumah kos dan kontrakan di wilayah Banjar Mertajaya.

Camat Denpasar Barat, AA Ngurah Made Wijaya mengatakan, pendataan duktang di lingkungan Banjar Merta Jaya ini dilakukan dalam rangka tertib administrasi kependudukan dan untuk memberikan gambaran kondisi perkembangan penduduk nonpermanen di wilayah tersebut.

“Kami melakukan pendataan administrasi kependudukan nonpermanen, baik yang datang dari lintas kabupaten di Bali maupun luar Bali,” katanya.

Baca: Pelawak Qomar 2017 Pernah Mundur Jadi Rektor, Kini Ditahan Kasus Dugaan Ijazah S2 & S3 Palsu

Baca: Foto 13 Wanita Dipajang di Meja Kasir, Seorang Pria Kabur Lewat Atap Saat Digrebek Satpol PP

Baca: TRIBUN WIKI! 6 Pura di Bali yang Dipercaya untuk Memohon Jodoh, Ini Syaratanya

Sebanyak 254 duktang yang terjaring ini telah membawa identitas lengkap, namun belum mempunyai surat domisili kependudukan Denpasar.

Semua duktang yang terjaring ini langsung digiring ke balai Banjar Merta Jaya.

Ia berharap duktang yang datang ke wilayah Banjar Merta Jaya agar melapor maksimal 1 x 24 jam ke kepala lingkungan setempat atau kelurahan.

Demikian juga untuk masyarakat di Banjar Merta Jaya yang memiliki kos-kosan agar melaporkan warga yang kos ke kaling setempat maupun kelurahan, sehingga akan tercatat keberadaannya dan tercipta lingkungan yang aman dan kondusif.

“Kami berharap dengan diadakan sidak seperti ini nantinya siapapun yang datang harus membekali diri dengan kartu identitas, sehingga akan tercipta suasana yang aman dan kondusif,” kata Wijaya.

Sementara itu, Kasi Pemerintahan, Ketentraman Ketertiban Umun dan Kebersihan Kelurahan Pemecutan, Gede Arjana, menyatakan pendataan duktang ini mengacu pada Permendagri Nomor 14 tahun 2015 dan Perwali Nomor 55 tahun 2017 tentang pendataan penduduk nonpermanen. (*)

Penulis: Putu Supartika
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved