Sponsored Content

Kelompok Pembudidaya Ikan dan Pelaku Usaha Ikuti Pelatihan di Desa Wisata Kertalangu

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Kota Denpasar ini mengajak 30 peserta yang berasal dari kelompok pembudidaya

Kelompok Pembudidaya Ikan dan Pelaku Usaha Ikuti Pelatihan di Desa Wisata Kertalangu
Tribun Bali/Karsiani Putri
Sebanyak 30 peserta mengikuti Pelatihan Pembudidayaan Ikan Pembangunan Karakter (Capacity Building) dalam rangka Pelatihan Penyuluhan dan Pemberdayaan Pembudidayaan Ikan yang dilaksanakan selama tiga hari, terhitung dari tanggal 24 Juni sampai dengan 26 Juni 2019 di Desa Wisata Kertalangu, Denpasar 

Laporan wartawan Tribun Bali, Karsiani Putri

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sebanyak 30 peserta mengikuti Pelatihan Pembudidayaan Ikan Pembangunan Karakter (Capacity Building) dalam rangka Pelatihan Penyuluhan dan Pemberdayaan Pembudidayaan Ikan yang dilaksanakan selama tiga hari, terhitung dari tanggal 24 Juni sampai dengan 26 Juni 2019.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Kota Denpasar ini mengajak 30 peserta yang berasal dari kelompok pembudidaya serta pelaku usaha di bidang perikanan.

Menggandeng Pradnyagama Training Center, Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Kota Denpasar memberikan berbagai materi seperti kebijakan dan kewenangan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali, peraturan tentang pakan obat ikan dan masih banyak kegiatan lainnya.

Adapun perwakilan kelompok yang hadir seperti Mina Suradipa, Mina Emole, Jaba Segara, Penatih Lestari dan masih banyak perwakilan kelompok yang lainnya.

Sekretaris Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Kota Denpasar, Drh I Gusti Ayu Ngurah Raini menuturkan bahwa kegiatan tahunan ini dibuat semakin istimewa sehingga peserta bisa merasa nyaman dalam belajar dan juga menyenangkan.

"Tujuan dengan adanya pelatihan ini adalah agar kelompok dapat memahami untuk apa mereka berkelompok. Ketika sudah berkelompok mereka sudah harus memiliki satu visi dan satu misi yang tentunya sudah disepakati bersama," sebutnya.

Ia menuturkan bahwa ketika suatu kelompok sedang berada di masa-masa sulit, mereka dapat secara bersama-sama berkumpul dan mencari solusi untuk memecahkan masalah tersebut.

Sehingga ikatan di antara anggota semakin dapat terjaga dan bisa semakin kuat.

Diadakan di Desa Wisata Kertalangu, puluhan peserta pun terlihat tampak antusias ketika mengikuti sesi per sesi yang diadakan dalam satu hari tersebut.

"Harapan saya agar kelompok ini bisa semakin kokoh, semakin bisa mencari inovasi dan peluang ketika mereka sedang berada di titik paling terendah. Mereka juga bisa merasakan kalau berkumpul untuk memecahkan suatu masalah itu lebih baik dibandingkan menyelesaikannnya sendiri," ungkapnya ketika ditemui Tribun Bali pada Senin (24/6/2019). (*)

Penulis: Karsiani Putri
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved