Klungkung Semakin Dikepung Abrasi, Puluhan Hektar Lahan Pertanian di Pesisir Lepang Tergerus

Abrasi di Pesisir Klungkung semakin hari kian parah. Hal ini juga terjadi di Pesisir Lantai Lepang, Desa Takmung, Klungkung

Klungkung Semakin Dikepung Abrasi, Puluhan Hektar Lahan Pertanian di Pesisir Lepang Tergerus
Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Kondisi abrasi di pesisir Lepang, Desa Takmung, Klungkung, Selasa (25/6/2019). Abrasi ini telah mengikis puluhan hektar lahan pertanian warga setempat dalam beberapa tahun terakhir. 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Abrasi di pesisir Klungkung semakin hari kian parah. Hal ini juga terjadi di Pesisir Pantai Lepang, Desa Takmung, Klungkung.

Tidak kunjung adanya penanganan dari pemerintah, membuat sudah berhektar-hektar lahan pertanian warga tergerus gelombang laut.

Seperti yang tampak di pesisir Lepang Selasa (15/6/2019), ombak laut semakin hari semakin mengikis daratan.

Beberapa tanggul yang dibuat dari karung pasir pun, sudah hancur dihantam ombak.

Lahan pertanian yang tersisa di pesisir Lepang juga makin terancam.

Beberapa tahun lalu, sebenarnya pesisir Lepang merupakan lahan pertanian yang cukup luas. Namun abrasi membuat lahan pertanian warga semakin hari, semakin tergerus abrasi.

"Laut sudah dekat sekali. Kalau cuaca sedang kurang bersahabat, ombak bahkan sampai ke lahan pertanian warga. Bisa gagal panen juga, karena tergenang air laut saat ombak tinggi," ungkap warga setenpat, I Wayan Sukarsa.

Perbekel Takmung I Nyoman Mudita mengungkapkan, kondisi abrasi di Pesisir Lepang memang sudah cukup mengkhawatirkan.

Tak berbeda jauh halnya dengan kondisi di sisi barat Pantai Tegal Besar, Pantai Lepang juga perlu segera mendapatkan penangnan karena mengancam lahan pertanian warga.

"Ombak di pesisir Tegal Besar, Lepang, hingga Sidayu memang memiliki ombak yang jauh lebih besar dari pada pesisir di timur Klungkung. Abrasinya pun kian parah, dibandingkan dengan pantai di pesisir timur Klungkung seperti Kusamba dan sekitarnya," ujar Nyoman Mudita, Selasa (25/6/2019).

Ia menjelaskan, dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, setidaknya abrasi telah menggerus sekitar 20 hektar pertanian warga.

Abrasi ini pun diprediksi akan terus menggerus daratan, mengingat belum adanya langkah cepat untuk menangani abrasi dari pemerintah.

"Pesisir pantai saat ini, beberapa tahun lalu merupakan hamparan sawah yang luas. Patokannya itu pohon kelapa yang di pesisi saat ini. Sebelumnya pohon kelapa itu ada di tengah-tengah sawah, dan laut berada jauh di selatan. Tapi sekarang, pohon itu sudah di pesisir. Bisa dibayangkan bagaimana ancaman abrasi ini, jika tidak segera ditangani," ungkapnya.

Pihaknya pun berharap pemerintah lebih serius dan lebih cepat, untuk mengambil langkah penanganan abrasi di pesisir timur Klungkung. (*)

Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved