PPDB Zona Wilayah di Denpasar Gunakan Sistem Siapa Cepat Dia Dapat, Ini Kata Telkom

Sehingga dalam proses pendaftaran ini diperlukan kecermatan dan kekuatan sistem pendaftaran online yang akan digunakan

PPDB Zona Wilayah di Denpasar Gunakan Sistem Siapa Cepat Dia Dapat, Ini Kata Telkom
Tribun Bali/Rizal Fanany
Suasana verifikasi PPDB di SMPN 3 Denpasar, Senin (17/6/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Jalur zona wilayah dalam PPDB SMP di Kota Denpasar menggunakan sisitem cepet-cepetan alias siapa yang paling cepat mendaftar ia yang akan mendapatkan sekolah sesuai kuota masing-masing sekolah.

Untuk jalur ini siswa bisa mendaftar maksimal di tiga sekolah sesuai wilayah masing-masing yang telah dibagi oleh Disdikpora yang dilaksanakan secara online pada 27 Juni 2019.

Sehingga dalam proses pendaftaran ini diperlukan kecermatan dan kekuatan sistem pendaftaran online yang akan digunakan.

Terkait hal tersebut, Manager Goverment Interprice Service Wilayah Telkom Denpasar, Setiaji mengatakan sistem PPDB ini mampu melayani pendaftar sebanyak 4 juta pendaftar perdetik.

“Sistem kami ini bisa melakukan transaction per-secon itu 4 juta akses,” kata Setiaji saat konferensi pers terkait pendaftaran PPDB hari pertama yang kacau, pada Selasa (25/6/2019) di ruang wartawan Pemkot Denpasar.

Sementara untuk sistem keamanan pihaknya sudah menggunakan Secure Socket Layer (SSL) yang merupakan lapisan keamanan untuk melindungi transaksi di website dengan teknologi enkripsi data yang canggih

Juga menggunakan https saat akses website denpasar.siap-ppdb.com, dimana server utamanya berada di Jakarta.

Sementara secara sertifikasi pihaknya mengaku telah mengantongi sertifikat internasional ISO 27001.

Pihaknya juga mengaku telah menangani sistem pendaftaran PPDB ini selama 5 tahun, dan tahun ini telah melayani 70 kabupaten/kota di Indonesia.

Sementara itu, terkait penghitungan waktu pendaftaran, sistem yang digunakan ini juga akan mampu menghitung hingga millisecond.

Sehingga perbedaan waktu pendaftaran antara siswa satu dengan siswa yang lainnya dihitung hingga millisecond.

“Kami yakin pada pendaftaran jalur zonasi tak akan ada masalah. Yang kemarin masalahnya kan ada perbedaan koordinat sekolah antara di sistem dengan kenyataan,” katanya. (*)

Penulis: Putu Supartika
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved