Tak Boleh Ada Plastik di Festival Tepi Sawah, Panitia Akan Siapkan Tempat Cuci dan Asbak Keliling

untuk mengedukasi seluruh yang terlibat dalam festival, agar bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan

Tak Boleh Ada Plastik di Festival Tepi Sawah, Panitia Akan Siapkan Tempat Cuci dan Asbak Keliling
Tribun Bali/ Meika Pestaria Tumanggor
Penggagas Festival Tepi Sawah Etha Widiyanto, Nita Aartsen, Anom Darsana Bhismo dan Kacir, saat menggelar konferensi pers di di Antida Sound Garden, Selasa (26/6/2019).

Tak Boleh Ada Plastik di Festival Tepi Sawah, Panitia Akan Siapkan Tempat Cuci dan Asbak Keliling

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Festival Tepi Sawah kembali akan digelar untuk ketiga kalinya, pada tanggal 6-7 Juli 2019.

Festival yang lahir dari gagasan tiga pelaku seni Nita Aartsen, Anom Darsana dan Etha Widiyanto merupakan acara kesenian tahunan yang berorientasi ramah lingkungan.

Dalam festival ini lahir inovasi untuk mengedukasi seluruh yang terlibat dalam festival, agar bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan dan mengurangi penggunaan sampah plastik.

Baca: 254 Duktang Dirazia, Punya Identitas Lengkap Masih Digiring ke Banjar, Ternyata Ini Penyebabnya

Baca: Pelawak Qomar 2017 Pernah Mundur Jadi Rektor, Kini Ditahan Kasus Dugaan Ijazah S2 & S3 Palsu

Baca: Foto 13 Wanita Dipajang di Meja Kasir, Seorang Pria Kabur Lewat Atap Saat Digrebek Satpol PP

"Pada festival ini tidak ada vendor di dalam boot yang mengeluarkan plastik, semuanya kita pakai alat makan, alat minum yang reducible. Dalam rangka mengurangi sampah yang kita hasilkan dalam festival. Kita juga menyediakan tempat untuk mencuci alat makan dan minum," kata Etha Widiyanto, saat menggelar konferensi pers di Antida Sound Garden, Selasa (25/6/2019).

"Tahun ini kita juga ada sediakan asbak individu dengan deposit Rp 5.000,-. Jadi yang mau keliling-keliling bisa bawa asbaknya dan tidak ada puntung rokok yang dibuang sembarangan. Ketika mau pulang gantung lagi lagi asbaknya dan uang deposit kembali," tambah Etha.

Festival ini juga akan dimeriahkan artis-artis dari seluruh Indonesia yang akan menampilkan kesenian Nusantara.

Selain menikmati penampilan kesenian, pengunjung juga dapat piknik dan mengikuti workshop dalam festival ini.

Salah satu workshop akan disampaikan oleh Pak Made Taro. Ada pula kegiatan art corner untuk anak-anak dari bahan recycle. (*)

Penulis: Meika Pestaria Tumanggor
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved