ASEAN Costi ke 76 Digelar di Nusa Dua, Bahas Inovasi Hadapi Revolusi Industri 4.0

Pertemuan ASEAN Committee on Science Technology and Innovation (Costi) ke 76 digelar di Hotel Inaya Putri Nusa Dua, Bali

ASEAN Costi ke 76 Digelar di Nusa Dua, Bahas Inovasi Hadapi Revolusi Industri 4.0
Tribun Bali/Meika Pestaria Tumanggor
Perwakilan negara se-ASEAN pada pembukaan 76th ASEAN Committee on Science Technology and Innovation (COSTI) di Hotel Inaya Putri Nusa Dua Bali, Rabu (26/6/2019). ASEAN Costi ke 76 Digelar di Nusa Dua, Bahas Inovasi Hadapi Revolusi Industri 4.0 

ASEAN Costi ke 76 Digelar di Nusa Dua, Bahas Inovasi Hadapi Revolusi Industri 4.0

Laporan Wartawan Tribun Bali, Meika Pestaria Tumanggor

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Pertemuan ASEAN Committee on Science Technology and Innovation (Costi) ke 76 digelar di Hotel Inaya Putri Nusa Dua, Bali pada 26-28 Juni 2019.

Hadir dalam pertemuan ini perwakilan dari negara-negara ASEAN.

Perwakilan Indonesia melibatkan beberapa lembaga penelitian seperti LIPI, BMKG, Perguruan Tinggi (Udayana dan ISI) dan sebagainya.

Pertemuan ini akan membahas tentang inovasi-inovasi dalam mengahadapi revolusi industri 4.0.

"Pada pertemuan ke 76 ini kita akan menindaklanjuti hasil ASEAN summit, khususnya mengenai respons, inisiatif dan inovasi terhadap revolusi industri 4.0," jelas Prof Dr Ainun Na'im Sekretaris Jenderal Kemenristek Dikti.

Baca: Penyu Lekang Usia 200 Tahun Ditemukan Lemas di Bibir Pantai Penimbangan

Baca: Pendaftaran PPDB SMP Jalur Zona Wilayah Kawasan di Denpasar Diundur Sehari, Ini Sebabnya

Dalam kegiatan yang digelar setiap dua tahun sekali ini, Indonesia siap menyampaikan hasil penelitian di beberapa bidang sebagai respons terhadap perubahan revolusi industri 4.0.

"Sebagai tuan rumah kita menginisiasi respons terhadap perubahan revolusi industri 4.0. Kita juga akan mengangkat perkembangan IPTEK dan inovasi di Indonesia ke level ASEAN, terkait beberapa penelitian di bidang bioteknologi, teknologi informasi dan sebagainya," kata Ainun Na'im.

"Para peneliti muda juga kita libatkan untuk mengidentifikasi perkembangan IPTEK yang relevan dengan tempat ia bekerja," tambah Ainun Na'im.

Baca: Simakrama Kapendam IX/Udayana Bersama Insan Media Bali

Baca: Tingkatkan Pengawasan, Imigrasi Denpasar Gelar Rakor Optimalisasi Pemeriksaan Alat Angkut Laut

Kepala ASEAN Costi ke 76 Rowena Cristina Guevara dari Filipina dalam sambutannya mengatakan, dengan adanya revolusi 4.0 akan ada sekitar 6.000 pekerja yang diberhentikan karena tergantikan dengan teknologi.

"Untuk menghadapi perubahan dari revolusi industri 4.0, kita harus mempersiapkan diri. Dalam kegiatan ini kita akan membicarakan langkah-langkah yang akan diambil oleh ASEAN Economic Community. Partisipasi para peserta sangat dubutuhkan untuk membangun dan menentukan arah gerakan ASEAN Economic Community," ujar Rowena Cristina Guevara.

Rowena Cristina Guevara juga menyebut bahwa media massa memiliki peran penting dalam menyebarluaskan penelitian dan inovasi-inovasi yang telah diciptakan.

"Media adalah salah satu alat yang sangat penting untuk mengkomunikasikan IPTEK dan inovasi kepada masyarakat. Kita butuh media untuk mengkomunikasikan hasil-hasil dari ASEAN Costi, bahwa kita bekerja dengan baik untuk mengembangkan negara masing-masing," tambahnya.(*)

Penulis: Meika Pestaria Tumanggor
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved