BBTF 2019 Bahas Pariwisata Berkelanjutan dan Keamanan Kawasan Pariwisata

"Saya selalu katakan Bali is save, dan saya selalu memberikan jaminan dan tentunya bekerja dengan seluruh stakeholder,"

BBTF 2019 Bahas Pariwisata Berkelanjutan dan Keamanan Kawasan Pariwisata
Tribun Bali/ Meika Pestaria Tumanggor
Suasana seminar pariwisata yang BBTF tahun 2019, di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Bali, Rabu (26/6/2019)   

BBTF 2019 Bahas Pariwisata Berkelanjutan dan Keamanan Kawasan Pariwisata

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) kembali digelar untuk keenam kalinya pada 25-29 Juni 2019 di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Bali.

Acara tahunan bertaraf internasional ini turut menggelar seminar pariwisata pada Rabu (26/6/2019), dengan pemateri Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Badung I Ketut Sulasa, Perwakilan dari Kementerian Pariwisata RI - Wakil Direktur Bidang Akademik STP Nusa dua Bali Dr. Ni Made Eka Mahadewi M.Par, CHE, Profesor Sastra Indonesia di Fakultas Seni Universitas Udayana Prof. Dr. I Nyoman Darma Putra M.Litt dan Manager director ITDC I Gusti Ngurah Ardita yang menyampaikan materi tentang pariwisata berkelanjutan di Bali.

Selain itu Kapolda Bali Irjen Pol Petrus Reinhard Golose juga turut mengisi seminar pariwisata ini.

"Untuk meningkatkan devisa Indonesia kita perlu pariwisata. Jika berbicara tourism juga berbicara security. Berbicara security, kita bisa membuat turis merasa terproteksi," kata Kapolda Bali.

"Saya selalu katakan Bali is save, dan saya selalu memberikan jaminan dan tentunya bekerja dengan seluruh stakeholder," tegasnya.

Kapolda Bali juga turut mengapresiasi kegiatan Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) tahun 2019.

"Event ini luar biasa untuk mengangkat Bali dan Indonesia. Kita tunjukkan kepada dunia kita punya pariwisata yang bagus, potensi yang bagus, dan kita back up, kita lindungi dengan security yang kita angkat menjadi standar internasional. Saya bangga kita di Bali bisa menjadi cerminan, kerja sama dengan inter stakeholder untuk memajukan, menjaga, dan memproteksi pulau yang kita cintai," imbuh Kapolda Bali.

Dalam melakukan upaya kepolisian dalam pengamanan, bentuk pencegahan lebih diutamakan dari pada represif.

"Kita benar-benar melakukan semua upaya kepolisian, yang lebih kita utama adalah pencegahan dari pada represif. Langkah preventif yang paling penting," kata Kapolda Bali. (*)

Penulis: Meika Pestaria Tumanggor
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved