BRSU Tabanan Kesulitan Lahan, Badan Jalan Kerap Digunakan untuk Parkir

Setengah badan Jalan Diponegoro atau tepatnya sebelah barat BRSU Tabanan digunakan sebagai lahan parkir untuk warga yang datang ke BRSU Tabanan

BRSU Tabanan Kesulitan Lahan, Badan Jalan Kerap Digunakan untuk Parkir
Tribun Bali/Made Prasetia Aryawan
Setengah badan Jalan Diponegoro atau tepatnya sebelah barat BRSU Tabanan digunakan sebagai lahan parkir untuk warga yang datang ke BRSU Tabanan, Selasa (25/6/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN – Setengah badan Jalan Diponegoro atau tepatnya sebelah barat BRSU Tabanan digunakan sebagai lahan parkir untuk warga yang datang ke BRSU Tabanan, Selasa (25/6/2019).

Meskipun Rumah Sakit sudah memiliki ruang atau lahan parkir belasan are, juga masih kekurangan. Namun masalahnya saat ini adalah pihak rumah sakit masih kesulitan mencari lahan parkir.

Sehari sebelumnya, Senin (24/6/2019) Satlantas Polres Tabanan bersama Dishub Tabanan melakukan sosialisasi dengan cara menggembok lima kendaraan yang parkir tak pada tempatnya di Jalan tersebut.

Sebagain mobil yang parkir tak pada tempatnya itu adalah pengendara yang akan menuju BRSU Tabanan. Sebab, lahan parkir mobil yang disediakan BRSU kerap penuh.

Selain itu, BRSU saat ini masih kekurangan lahan parkir sehingga memanfaatkan setengah badan Jalan Diponegoro untuk parkir kendaraan roda dua.

Direktur Utama BRSU Tabanan, Dr I Nyoman Susila menjelaskan, lahan parkir untuk kendaraan roda empat di BRSU Tabanan seluas 17 are.

Namun, luasan tersebut ternyata masih kurang.

“Kurang lebih parkir untuk roda empat itu 17 are tempatnya di belakang rumah sakit. Tapi tiap hari pasti penuh oleh pengunjung yang bawa mobil. Kemudian untuk yang di dalam rumah sakit digunakan untuk parkir sepeda motor,” ujar dr Susila saat dihubungi, Selasa (25/6/2019).

Disingung mengenai ada pengunjung yang parkir di sepanjang Jalan Diponegoro, Susila menjelaskan tak serta merta pengunjung rumah sakit yang parkir di jalan tersebut.

Menurutnya, pemarkir mobil di jalan itu ada yang memang ke rumah sakit, ke sekolah, dan ke tempat lainnya.

“Selain itu, kami juga siasati dengan aturan melarang pegawai, mahasiswa magang, dan dokter muda untuk membawa kendaraan roda empat. Aturan itu sudah lama kami terapkan,” tegasnya.

Dia menyebutkan, masalah yang dihadapi terkait krisis tempat parkir adalah lahan.

Hingga saat ini pihaknya mengakui lahan parkir di sekitar wilayah Rumah Sakit belum ada, termasuk juga aset Pemda juga sudah tidak ada.

“Tapi kami terus berusaha akan mencari lahan ang cocok untuk digunakan parkir.saat ini kami masih belum menemukannya,” tandasnya. (*)

Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved