Jumlah Kasus Stunting di Gianyar Turun Drastis, dari 40,9 Persen jadi 16 Persen

Angka kasus stunting di Kabupaten Gianyar, mulai mengalami penurunan dari 40,9 Persen jadi 16 Persen

Jumlah Kasus Stunting di Gianyar Turun Drastis, dari 40,9 Persen jadi 16 Persen
ideaonline.co.id
Ilustrasi anak-anak. bermain. Jumlah Kasus Stunting di Gianyar Turun Drastis, dari 40,9 Persen jadi 16 Persen 

Jumlah Kasus Stunting di Gianyar Turun Drastis, dari 40,9 Persen jadi 16 Persen

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Angka kasus stunting di Kabupaten Gianyar, mulai mengalami penurunan.

Tahun 2013 jumlah anak yang tumbuh dalam kondisi stunting berada di kisaran angka memperihatinkan, yakni 40,9 persen.

Namun Dinas Kesehatan (Dinkes) Gianyar, mengklaim jumlah stunting per Februari 2019 ini sudah diangka 16 persen.

Kepala Dinkes Gianyar, Ida Ayu Cahyani Widyawati, Rabu (26/6/2019) mengatakan, upaya yang dilakukannya dalam menurunkan jumlah kasus stunting di Kabupaten Gianyar, relatif berhasil.

Baca: Fakta Meninggalnya Mantri Patra Saat Menjalankan Tugas di Daerah Pedalaman Teluk Wondama

Baca: Fasilitas Lengkap dan Canggih, RS Kasih Ibu Siap Layani Anggota DPR RI

“Sudah turun. Data sebelumnya tahun 2013 ada 40,9 persen masyarakat yang menderita stunting. Tahun 2018 turun menjadi 22 persen, sementara per Februari 2019 dengan operasi timbang, stunting di Kabupaten Gianyar sudah diangka 16 persen,” ujar Dayu Cahyani.

Menurut Dokter Cahyani, stunting di Kabupaten Gianyar disebabkan berbagai faktor.

Mulai dari pengaruh lingkungan yang tidak sehat dan asupan gizi buruk, berkali-kali terserang penyakit infeksi, serta berat badan lahir rendah.

Kondisi ini biasanya tersejadi selama 1.000 hari kelahiran.

Baca: Kini Tinggal di Bali Bersama Jennifer Dunn, Penampilan Faisal Harris Jadi Sorotan

Baca: 3 Olahraga Ini Bisa Mengatasi Gejala Kecemasan

“Selain itu, kondisi ini juga bisa terjadi akibat kebutuhan gizi anak saat masih dibawah usia dua tahun tidak tercukupi. Entah itu tidak diberikan ASI ataupun MPASI (makanan pendamping ASI) yang diberikan kurang mengandung zat gizi yang berkualitas,” ujarnya.

Upaya yang dilakukan untuk menurunkan persentase stunting di Gianyar, kata dia, bukanlah hal yang mudah.

Sosialisasi tak hanya diakukan pada para ibu yang memiliki anak usia dibawah dua tahun (baduta) dan balita, namun juga menyasar kalangan remaja, calon pengantin dan ibu hamil.

“Harus memberikan asupan gizi serta pencegahan infeksi, serta secara sensitif diupayakan lingkungan sehat, akses air bersih, pembiayaan pelayanan kesehatan, pendidikan kesehatan sejak PAUD. Kami juga membantu ketahanan dan keamanan pangan sampai bantuan sosial kepada keluarga rawan. Semua ini dilaksanakan tim penanggulangan stunting berdasarkan SK Bupati Gianyar,” tandasnya. (*)

Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved