Penangguhan Luh Nata Ditolak Kejari, Wajah Ketua LPD Selat Murung Saat Masuk Mobil Tahanan

Kasus penyalahgunaan dana Usaha Ekonomi Produktif (UEP) di LPD Selat, Susut, memasuki babak baru.

Penangguhan Luh Nata Ditolak Kejari, Wajah Ketua LPD Selat Murung Saat Masuk Mobil Tahanan
Tribun Bali/M. Fredey Mercury
MENABAHKAN HATI - Ni Luh Nata digiring petugas kejari Bangli ke mobil tahanan, Selasa (25/6/2019). Ia didampingi suaminya, Wayan Windu Ardana yang tampak menabahkan hati sang istri. 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Kasus penyalahgunaan dana Usaha Ekonomi Produktif (UEP) di LPD Selat, Susut, memasuki babak baru.

Setelah dua tahun berjalan, penyidik akhirnya melimpahkan kasus ini, Selasa (25/6).

Proses pelimpahan berlangsung pukul 10.00 Wita. Ketua LPD Selat, Ni Luh Nata yang jadi tersangka dalam kasus ini sempat mengajukan penangguhan penahanan.

Ia mengaku memiliki riwayat penyakit tertentu.

Namun setelah dilakukan pemeriksaan selama lima jam lebih di ruang kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangli, usulan tersebut ditolak.

Luh Nata keluar mengenakan rompi oranye di dampingi oleh suaminya yang merupakan Perbekel Desa Selat.

Ia digiring masuk ke mobil tahanan untuk selanjutnya diantar ke Rutan Bangli.

“Yang bersangkutan (Luh Nata) menyerahkan bukti rekam medis. Sebab itu kami mendatangkan dokter untuk dilakukan tindakan. Berdasarkan hasil pemeriksaan, dokter menyarankan dapat dilakukan penahanan namun perlu penanganan khusus,” ungkap Kasi Pidsus Kejari Bangli, Ngurah Gede Bagus Jatikusuma.

Kasus penyalahgunaan dana UEP ini telah terjadi sejak tahun 2013.

LPD Selat mengajukan dana UEP dari pemerintah pusat sebesar Rp 300 juta dipotong administrasi sebesar Rp 600 ribu.

Halaman
123
Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved