Sebut Reklamasi Tak Bisa Dilaksanakan, Ini 4 Pernyataan Sikap Ketua DPRD Bali

Pernyataan sikap tersebut dibacakan langsung oleh Ketua DPRD Bali, Nyoman Adi Wiryatama dalam rapat paripurna bersama Gubernur Bali

Sebut Reklamasi Tak Bisa Dilaksanakan, Ini 4 Pernyataan Sikap Ketua DPRD Bali
Tribun Bali/Wema Satyadinata
Ketua DPRD Bali, Nyoman Adi Wiryatama. Sebut Reklamasi Tak Bisa Dilaksanakan, Ini 4 Pernyataan Sikap Ketua DPRD Bali 

Sebut Reklamasi Tak Bisa Dilaksanakan, Ini 4 Pernyataan Sikap Ketua DPRD Bali

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Belakangan ini kembali mencuat aspirasi tolak reklamasi dari kelompok masyarakat yang menyasar Kantor DPRD Bali.

Maka dari itu, DPRD Bali menyampaikan beberapa sikap.

Pernyataan sikap tersebut dibacakan langsung oleh Ketua DPRD Bali, Nyoman Adi Wiryatama dalam rapat paripurna bersama Gubernur Bali.

Beberapa pernyataan tersebut antara lain pertama, secara tegas dan jelas mendukung visi Gubernur Bali yaitu Nangun Sat Kerthi Loka Bali, yang pada intinya membangun dan menjaga Bali secara sekala niskala.

Baca: Fantastis, Artis Ini Tawar Rumah Emas Muzdalifah Seharga Rp 28 Miliar

Baca: Workshop Deklamasi Puisi di PKB 2019 Diharapkan Bangkitkan Sastra Bali Modern

Kedua, mengenai reklamasi Teluk Benoa sikap Dewan sudah final dan tegas disampaikan ketika Gubernur Bali Baru terpilih pada 24 Agustus 2018.

“Kami sudah hadir di sana dan kami juga susun dengan dukungan tertulis kepada Bapak Gubernur terpilih, yang intinya reklamasi Teluk Benoa tidak bisa dilaksanakan,” kata Adi Wiryatama di Ruang Rapat Utama Kantor DPRD Bali, Rabu (26/6/2019).

Ketiga, masalah adanya reklamasi Pelindo II yang kasat mata nampak dilakukan secara sporadis, selanjutnya sudah ditindaklanjuti dengan menulis surat kepada Komisi I, II dan III untuk melakukan cek lapangan agar pembangunannya tidak dilakukan secara sporadis dan merusak lingkungan.

Baca: Jaga Populasi Burung Punglor, Desa Munduk Temu Atur Melalui Pararem

Baca: Koster Tugaskan Kadisdik Bali Bantu Selesaikan Kisruh PPDB SMP di Denpasar

Keempat, bagi kelompok masyarakat yang datang ke DPRD Bali dalam menyampaikan aspirasinya, Dewan menghormati.

“Namun demikian jika ada hal-hal pada kelompok masyarakat yang tidak kami terima, belum bisa diterima umpamanya karena hari libur atau hari kerja pun, tentunya kami dari lembaga ini mohon maaf,” ucapnya.

Saat mengakhiri pernyataannya, Adi Wiryatama menyampaikan sebuah pantun Bali yang bunyinya ‘Clebingkah batan biu, belahan pane belahan paso, gumi linggah ajak liu, Ade kene ade keto’. (*)

Penulis: Wema Satya Dinata
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved