Gelar Perkara Tentukan Nasib FSB, Dilaporkan Terkait Dugaan Menyetubuhi Siswa SD

Kasus dugaan persetubuhan dengan korban PY (12) siswa SD asal Kecamatan Buleleng telah ditingkatkan ke tahap penyidikan

Gelar Perkara Tentukan Nasib FSB, Dilaporkan Terkait Dugaan Menyetubuhi Siswa SD
kompas.com
Ilustrasi pemerkosaan. Gelar Perkara Tentukan Nasib FSB, Dilaporkan Terkait Dugaan Menyetubuhi Siswa SD 

Gelar Perkara Tentukan Nasib FSB, Dilaporkan Terkait Dugaan Menyetubuhi Siswa SD

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Kasus dugaan persetubuhan dengan korban PY (12) siswa SD asal Kecamatan Buleleng telah ditingkatkan ke tahap penyidikan. Polisi saat ini sudah mengarah pada penetapan tersangka.

Kasubag Humas Polres Buleleng, Iptu Sumarjaya mengatakan, kasus dugaan persetubuhan ini telah ditingkatkan dari penyelidikan ke penyidikan.

Sementara saksi yang diperiksa sebanyak tiga orang, yakni saksi korban dan juga dua orang saksi lainnya.

Sedangkan visum, kata Iptu Sumarjaya sudah selesai dilakukan oleh RSUD Buleleng. Namun hasilnya belum diketahui sebab belum diambil oleh pihak penyidik.

Baca: Sangat Diminati Pasar Ekspor, Omzet UMKM Akar Bambu Rp 50 Juta per Bulan

Baca: Tangani Kasus Mutilasi, Jaksa Dewa Awatara Alami Hal Mistis Seusai Lihat Foto Korban Penuh Belatung

"Informasi di rumah sakit hasil visumnya sudah keluar, sudah ditandatangani oleh dokter. Namun  belum diambil penyidik," katanya, Rabu (26/6/2019).

Dalam waktu dekat, penyidik imbuh Iptu Sumarjaya akan melalukan gelar perkara. Dari sana nanti ditentukan apakah terlapor terbukti melalukan tindakan persetubuhan atau tidak.

"Saat ini status FSB itu masih terlapor. Penyidikan ini untuk mencari tersangkanya. Nanti dari hasil gelar perkara itu baru lah diketahui ini oh dia pelakunya," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, PY diduga disetubuhi oleh seorang pria asal Kelurahan Kaliuntu, Kecamatan Buleleng, berinisial FSB (18). Kasus ini diduga terjadi sejak Jumat (24/5/2019) lalu, namun baru dilaporkan oleh keluarga korban ke Polres Buleleng, Rabu (19/6/2019).

Baca: Kebiasaan yang Tanpa Disadari Bisa Picu Kanker Lambung, Salah Satunya Makan Sambil Bekerja

Baca: Karya Sastra Penting Indonesia di Leiden Ini Sudah Digital, La Galigo, Babad Diponegoro dan Panji

Orangtua korban menuturkan, kecurigaan sang anak menjadi korban persetubuhan muncul pada Selasa (18/6/2019) sore.

Orangtua PY mencoba untuk mengecek ponsel milik sang anak. Hingga ditemukan sejumlah pesan singkat yang dikirim oleh FSB yang intinya mengajak korban untuk bermain ke rumah pelaku.

Setelah diinterogasi, PY akhirnya mengaku kepada orangtuanya bahwa telah disetubuhi oleh FSB sebanyak satu kali saat sedang berkunjung ke rumah pelaku.

Tak terima anaknya mendapat perlakukan demikian, orangtua PY langsung melaporkan kejadian ini ke polisi. (*)

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved