Krisna Waswas Sistem Tak Bisa Dibuka Saat Daftar Jalur Kawasan

Salah satu orangtua siswa, Wayan Krisna sangat waswas apakah token miliknya bisa dipakai atau tidak

Krisna Waswas Sistem Tak Bisa Dibuka Saat Daftar Jalur Kawasan
Tribun Bali/I Putu Supartika
Suasana pengaduan orangtua di Rumah Pintar, Kamis (27/6/2019). Krisna Waswas Sistem Tak Bisa Dibuka Saat Daftar Jalur Kawasan 

Krisna Waswas Sistem Tak Bisa Dibuka Saat Daftar Jalur Kawasan

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - "Sistem ini menguras emosi dan membuat pekerjaan terbuang," kata Wayan Krisna salah satu orangtua siswa, saat mengadu di posko PPDB Rumah Pintar, Kamis (27/6/2019) siang.

Mimik wajahnya terlihat sangat kesal dan sedih.

Ia yang tinggal di Saribuana Padangsambian Kaja mengatakan sangat waswas apakah token miliknya bisa dipakai atau tidak.

Sebelumnya ia mendaftar jalur zona terdekat, dan dinyatakan telah lolos dengan peringkat 111 di SMP Negeri 7 Denpasar.

Akan tetapi setelah verifikasi faktual ia dinyatakan tidak lolos karena titik koordinatnya tidak sesuai.

"Saya nggak ngerti apa itu token. Waktu pengambilannya saya diminta tunjuk rumah ternyata titik koordinatnya itu katanya tidak sesuai," katanya.

Ia yang bekerja sebagai sopir ini mengaku buta dengan teknologi dan tak tahu ukuran meter sangat berpengaruh.

Baca: Bupati Gianyar Nilai Pembuatan Rumah Jabatan Rp 11,5 Miliar Itu Masih Kecil

Baca: Setiap Bulan Ada 36 Kasus HIV/AIDS di Badung, Perusahaan Diminta Ikut Sosialisasi Pencegahan

Setelah dilakukan verifikasi faktual, ternyata jarak rumahnya berubah menjauh sejauh 150 meter.

Halaman
123
Penulis: Putu Supartika
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved