Majelis Hakim Tolak Dalil Prabowo-Sandiaga Uno Soal Seruan Baju Putih Jokowi Saat Pencoblosan

tim hukum Prabowo - Sandiaga Uno mempermasalahkan ajakan Jokowi-Maruf agar para pendukungnya mengenakan baju putih ketika ke TPS.

Majelis Hakim Tolak Dalil Prabowo-Sandiaga Uno Soal Seruan Baju Putih Jokowi Saat Pencoblosan
Capture Youtube KompasTV
Sidang Putusan MK Sengketa Pilpres 2019 

Majelis Hakim Tolak Dalil Prabowo-Sandiaga Uno Soal Seruan Baju Putih Jokowi Saat Pencoblosan

TRIBUN-BALI.COM - Hasil Sidang Putusan MK - Majelis Hakim Tolak Dalil Prabowo - Sandiaga Uno Soal Baju Putih Jokowi

Majelis hakim Tolak Dalil tim hukum Prabowo Subianto- Sandiaga Uno yang mempermasalahkan ajakan Jokowi - KH Maruf Amin agar mengenakan baju putih ketika menggunakan hak pilih saat Pemilu 17 April 2019 lalu.

Hal itu salah satu pertimbangan sidang putusan hasil MK yang dibacakan majelis hakim dalam sidang di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, Kamis (27/6/2019).

Dalam permohonan, tim hukum Prabowo - Sandiaga Uno mempermasalahkan ajakan Jokowi-Maruf agar para pendukungnya mengenakan baju putih ketika ke TPS.

Baca: Ifan Seventeen dan Citra Monica Dituding Berzinah, Ini Hasil Visum yang Diungkap Polisi

Baca: SEDANG BERLANGSUNG Live Streaming Madura United Vs Persebaya di Leg Dua Perempat Final

Menurut mereka, ajakan tersebut merupakan pelanggaran serius.

Pelanggaran Serius Menurut MK, tim 02 tidak menguraikan lebih jauh apa hubungan dan korelasi antara ajakan tersebut dengan perolehan suara. Dalam persidangan, pihak Jokowi-Ma'ruf membantah tuduhan tersebut.

Faktanya, saat 17 April lalu, tidak ada intimidasi terhadap pemilih di TPS yang dilaporkan ke Bawaslu atau Kepolisian.

Realitas lain, menurut tim 01, partisipasi pemilu 2019 meningkat dibanding Pemilu 2014.

Fakta lain, tim Prabowo-Sandiaga juga mengajak para pendukungnya untuk mengenakan baju putih ketika ke TPS. Hal itu sesuai surat yang dikeluarkan BPN pada 12 April 2019.

Menurut Mahkamah, selama persidangan, tidak ada fakta yang menunjukkan adanya intimidasi yang disebabkan ajakan mengenakan baju putih.

Selain itu, menurut MK, tidak ada fakta pengaruh ajakan tersebut terhadap perolehan suara.

"Oleh karena itu, dalil pemohon a quo tidak relevan dan karenannya harus dikesampingkan," ucap hakim Arief Hidayat. Hingga pukul 14.45 WIB, majelis hakim MK masih membacakan pertimbangan putusan. (*)

 
Artikel ini telah tayang di banjarmasinpost.co.id

Editor: Rizki Laelani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved