Sangat Diminati Pasar Ekspor, Omzet UMKM Akar Bambu Rp 50 Juta per Bulan

Omzet penjualan kerajinan akar bambu baik di pasar nasional maupun internasional, rata-rata mencapai Rp 50 juta per bulan

Sangat Diminati Pasar Ekspor, Omzet UMKM Akar Bambu Rp 50 Juta per Bulan
Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury
AKAR BAMBU - Sejumlah kerajian patung tiki dari bahan akra bambu buatan Kadek Sudanca dipamerkan di art shop depan rumahnya di di Jalan Raya Tampaksiring-Kintamani, Banjar Sribatu, Desa Penglumbaran, Susut, Bangli, belum lama ini. Sangat Diminati Pasar Ekspor, Omzet UMKM Akar Bambu Rp 50 Juta per Bulan 

Sangat Diminati Pasar Ekspor, Omzet UMKM Akar Bambu Rp 50 Juta per Bulan

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Produksi kerajinan akar bambu masih sangat diminati di pasar ekspor.

Walau jumlah permintaan tergolong fluktuatif, namun orderan produk kerajinan ini tetap berjalan tiap bulan.

Pelaku UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) di Jalan Raya Tampaksiring-Kintamani, Banjar Sribatu, Desa Penglumbaran, Susut, Bangli, Kadek Sudanca mengatakan, omzet penjualan baik di pasar nasional maupun internasional, rata-rata mencapai Rp 50 juta per bulan.

Kadek Sudanca menyebutkan, modal untuk pembuatan berbagai produk kerajinan akar bambu mencapai Rp 32 juta per bulan.

“Omzet tersebut cenderung fluktuatif tergantung dengan jumlah pesanan yang diterima. Produk yang banyak dipesan ada sekitar 10 model. Kebanyakan berupa topeng tiki,” ucapnya saat dihubungi, Rabu (26/6/2019).

Di bengkel kerjanya, Kadek Sudanca mengerjakan berbagai pesanan kerajinan. Mulai dari hiasan dinding berupa replika wajah, meja, patung, alat isap cerutu, sedotan dan masih banyak lagi.

Baca: Kebiasaan yang Tanpa Disadari Bisa Picu Kanker Lambung, Salah Satunya Makan Sambil Bekerja

Baca: Karya Sastra Penting Indonesia di Leiden Ini Sudah Digital, La Galigo, Babad Diponegoro dan Panji

Seluruh kerajinan dipamerkan pada art shop berbahan bambu miliknya, yang terletak di depan jalan masuk rumahnya.

Sejak memulai bisnis tahun 1999 silam, peminat kerajinan akar bambu telah merambah pasar dari berbagai negara. Seperti Inggris, Jerman, Amerika, Kostarika dan sebagainya.

Dalam sekali order, permintaan kerajinan akar bambu bisa mencapai ratusan buah. Namun demikian, kuantitas dalam tiap bulannya tidak selalu sama alias fluktuatif.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved