Setiap Bulan Ada 36 Kasus HIV/AIDS di Badung, Perusahaan Diminta Ikut Sosialisasi Pencegahan

Dinas Kesehatan Kabupaten Badung mencatat setiap bulan terdapat 36 kasus HIV/AIDS

Setiap Bulan Ada 36 Kasus HIV/AIDS di Badung, Perusahaan Diminta Ikut Sosialisasi Pencegahan
Tribun Bali/I Komang Agus Aryanta
Sosialisasi - Kordinator Sekretariat KPA Badung, Ni Putu Ayu Cempaka Rani Putri ¬†(kiri) didampingi Ida Bagus Oka Dirga (tengah) saat membuka sosialisasi HIV/AIDS, Rabu (26/6/2019) di Badung. Setiap Bulan Ada 36 Kasus HIV/AIDS di Badung, Perusahaan Diminta Ikut Sosialisasi Pencegahan 

Setiap Bulan Ada 36 Kasus HIV/AIDS di Badung, Perusahaan Diminta Ikut Sosialisasi Pencegahan

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Dinas Kesehatan Kabupaten Badung mencatat setiap bulan terdapat 36 kasus HIV/AIDS.

Pengusaha diminta ikut sosialisasi pencegahan dan stigma serta menghilangkan diskriminasi di tempat kerja.

"Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Badung, rata-rata per bulan ditemukan 36 kasus HIV/AIDS," ujar Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Badung Ida Bagus Oka Dirga saat membuka sosialisasi atau penyuluhan tentang penguatan pencegahan AIDS di tempat kerja, Rabu (26/6/2019).

Sosialisasi yang dilakukan di Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Badung itu mengundang 25 perusahaan di Kabupaten Badung.

Baca: Tiga Pemain Penting Bali United Absen Lawan Perseru Badak Lampung

Baca: Tiap Hari Habiskan Air 1,8 Juta Liter, Atasi Kebakaran TPA Temesi di Gianyar

Intinya dalam sosialisasi itu, Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Badung menginginkan peran perusahaan ikut menyosialisasikan pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS.

Oka Dirga yang mewakili Ketua Pelaksana KPA Kabupaten Badung itu mengatakan dari Januari hingga April 2019, terdapat sebanyak 147 kasus di Gumi Keris.

Sehingga menurutnya dapat dihitung rata-rata ditemukan 36 kasus per bulannya.

"Kasus ini, sebagian besarnya ditemukan pada kelompok usia produktif yang akan berdampak negatif terhadap produktivitas. Sehingga sangat perlu diantisipasi, karena berdampak negatif di tempat kerja,” kata Oka Dirga.

Baca: Warga Banjar Sangluh Dikagetkan Penemuan Tulang Belulang Manusia di Pekarangan

Baca: Juniartini Lelah Pindah-pindah Jualan, Pedagang Kain Tolak Digeser ke Pasar Loka Crana

“Dalam hal ini 90% orang yang positif HIV mengetahui statusnya. Selain itu, 90% dari orang yang positif HIV untuk melakukan pengobatan, dan 90% orang yang terkena HIV positif harus menjalani pengobatan. Sehingga semuai ini dapat menurunkan viral loadnya,“ jelasnya.

Koordinator Sekretariat KPA Badung, Ni Putu Ayu Cempaka Rani Putri mengatakan, maksud dan tujuan dilaksanakannya kegiatan ini, untuk meningkatkan pengetahuan serta pemahaman tentang HIV/AIDS kepada pengusaha dan para pekerja.

Untuk meningkatkan upaya kesehatan di lingkungan para pekerja, serta diharapkan dapat mengurangi stigma dan diskriminasi pada orang yang terinfeksi HIV.  (*)

Penulis: I Komang Agus Aryanta
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved