Tiap Hari Habiskan Air 1,8 Juta Liter, Atasi Kebakaran TPA Temesi di Gianyar

Dinas Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Gianyar, setiap hari menyiapkan tiga unit mobil damkar untuk mengatasi kebakaran TPA Temesi

Tiap Hari Habiskan Air 1,8 Juta Liter, Atasi Kebakaran TPA Temesi di Gianyar
Satpol PP Gianyar
Kondisi Terkini - Kondisi asap di TPA Temesi, Gianyar, Rabu (26/6/2019). Kebakaran yang terjadi sejak Februari 2019 ini mengakibatkan masyarakat Desa Lebih, Gianyar terganggu. Tiap Hari Habiskan Air 1,8 Juta Liter, Atasi Kebakaran TPA Temesi di Gianyar 

Tiap Hari Habiskan Air 1,8 Juta Liter, Atasi Kebakaran TPA Temesi di Gianyar

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Dinas Satpol PP dan Pemadam Kebakaran (Pol PP Damkar) Gianyar, setiap hari menyiapkan tiga unit mobil damkar dengan kapasitas tanki 4.000 liter per unit.

Dinas Pol PP Damkar menghitung tiap hari air yang digunakan untuk mengatasi kondisi kebakaran TPA Temesi Gianyar, sebanyak 1,8 juta liter.

Kepala Satpol PP Dakam Gianyar, Made Watha saat ditemui, Rabu (26/6/2019), mengatakan, saat ini pihaknya terus menyiagakan tiga unit mobil pemadam kebakaran. Per mobil, kata dia, kapasitas tanki sebesar 4.000 liter.

Baca: Warga Banjar Sangluh Dikagetkan Penemuan Tulang Belulang Manusia di Pekarangan

Baca: Juniartini Lelah Pindah-pindah Jualan, Pedagang Kain Tolak Digeser ke Pasar Loka Crana

“Mobil di sana tidak hanya disiapkan, tapi mereka menyemprotkan air ke asap. Per hari air yang dihabiskan mencapai 180 kubik atau kalau diliterkan habis sebanyak 1,8 juta liter. Itu baru hanya dari tank Damkar Gianyar saja, belum lagi bantuan dari kabupaten/kota lainnya. Astungkara dengan hal ini asap bisa dikendalikan. Saat ini, per pukul 10.30 Wita, kondisi pada umumnya normal. Asap yang keluar tidak begitu besar,” ujarnya.

Dalam penanganan kebakaran di TPA Temesi yang masih berlangsung hingga saat ini, kata Watha, pihaknya dibantu oleh kabupaten/kota terdekat. Seperti, Bangli, Klungkung, Karangasem, Badung dan Denpasar.

Namun Watha menampik, hal ini terjadi karena Damkar Gianyar tak sanggup menangani musibah ini sendirian. Tetapi bantuan tersebut merupakan bentuk kerja sama yang sudah terjalin sejak beberapa tahun belakangan ini. 

Baca: Petugas Medis Diminta Ikhlaskan Jaspel, Suwirta Rencana Putihkan Utang Pengungsi Gunung Agung

Baca: Heboh Perceraian Song Song Couple, Song Hye Kyo Ungkap Perbedaan Kepribadian Dengan Song Joong Ki

“Kita punya sembilan unit pemadam kebakaran. Tapi, tidak semua dikerahkan, karena kami tak berani mengosongkan di pos-pos Damkar (pemadam kebakaran). Kita punya tiga pos, di Ubud, Sukawati dan Gianyar, di sana tetap kami sediakan masing-masing dua mobil, sisanya tiga unit, baru kami pakai untuk musibah TPA Temesi. Terkait kerja sama dengan kabupaten/kota lain, itu sebuah bentuk kerja sama, dan dari dulu kami memang saling membantu,” ujarnya.

Menunggu Hujan Turun

Terkait kapan target situasi tempat pembuangan akhir (TPA) Temesi, Gianyar kembali kondusif, Kepala Satpol PP Dakam Gianyar, Made Watha mengaku tak mengetahui.

Pihaknya sangat berharap pada hujan agar segera turun. Sehingga api benar-benar bisa dipadamkan.  

"Kondisi tidak bisa kita prediksi, karena ini gejala tahunan, apalagi musim kemarau. Penyebab kebakaran ini adalah gas metana. Di mana-mana TPA kalau musim kemarau pasti seperti ini. Kita hanya berharap secepatnya turun hujan. Dinas Lingkungan Hidup Gianyar, kemungkinan sudah matur piuning, biar dilancarkan,” harapnya ditemui pada Rabu (26/6/2019). (*)

Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved