Viral di Medsos - Penganiayaan Remaja di Sukawati Diduga Karena Pacar, Pelaku Tak Kunjung Pulang

Dalam hal ini, korban KM, yang baru lulus dari SMP ini mengenakan kaos abu, dengan celana biru.

Tangkap Layar
Potret penganiayaan remaja yang viral di media sosial. Foto diambil, Kamis (27/6/2019) 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Video penganiayaan remaja perempuan, yang viral di media sosial (medsos) yang terjadi di kawasan Desa Kemenuh, Kecamatan Sukawati ini berbuntut panjang, Kamis (27/6/2019).

Keluarga korban penganiayaan melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Sukawati.

Unit Reskrim Polsek Sukawati, tengah mencari keberadaan pelaku, yang sejak videonya viral, tidak pulang ke rumah di kawasan Sukawati.

Pantauan Tribun Bali, dalam video tersebut terdapat dua orang remaja perempuan.

Dalam hal ini, korban KM, yang baru lulus dari SMP ini mengenakan kaos abu, dengan celana biru.

Pada rekaman, ia terlihat bersujud di kaki pelaku, serta meminta maaf.

Namun bukannya dimaafkan, pelaku berbaju merah justru melakukan penganiayaan pada korban, sehingga menyebabkan korban mengalami luka cakaran di bagian wajah.

Tak hanya itu, handphone yang dibawa korban juga dirusak hingga ringsek.

Kakak korban, Wayan D saat ditemui di Mapolsek Sukawati mengatakan, pihak keluarga pelaku telah meminta maaf, dan meminta untuk berdamai.

Namun lantaran perlakuan yang diterima adiknya sangat brutal, sehingga ia dan orangtuanya menyerahkan kasus ini ke Mapolsek Sukawati.

“Kami tidak terima adik kami, yang polos, diperlakukan seperti ini. Makanya kami serahkan ke polisi, meskipun keluarga pelaku minta maaf, dan minta damai,” ujarnya.

Wayan D mengatakan, kejadian tersebut selain menyebabkan luka fisik, serta merusak Hp, hal tersebut juga mengganggu psikologis adiknya.

Dimana saat ini, adiknya tersebut selalu murung.

“Muka dicakar, Hp di rusak, tersisa tinggal baterainya saja, kayak gitu mau berdamai. Kami tidak mau. Sekarang adik saya di rumah lemas, makan tidak mau,” ujarnya.

Antara pelaku dan korban diketahui sama-sama berasal dari Kecamatan Sukawati.

Diduga permasalahan ini dipicu karena masalah asmara, dimana pelaku yang masih duduk di bangku SMK di Sukawati naksir dengan pacar korban.

“Adik saya punya pacar, pelaku ini naksir sama pacarnya. Entah karena itu, soalnya adik saya sampai saat ini belum bisa ditanya,” tandasnya.

Kanit Reskrim Polsek Sukawati, IPTU Gusti Ngurah Winangun membenarkan pihaknya mendapatkan laporan tersebut. Namun saat ini masih tahap pemeriksaan.

“Masih tahap pemeriksaan, untuk kronologis dan detailnya, besok kami rilis,” ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved